Berita Banjarbaru

Kemarau Mulai Berdampak, Petani Mentimun di Landasanulin Gagal Panen

Akibat kekeringan karena berhari-hari tak turun hujan satu borongan kebun mentimun milik Puji gagal panen.

Kemarau Mulai Berdampak, Petani Mentimun di Landasanulin Gagal Panen
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Puji memperlihatkan mentimunnya yang kuning. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Musim kemarau yang mulai datang sudah memberi dampak bagi dunia pertanian. Satu di antaranya dialami Puji Widodo, petani mentimun.

Akibat kekeringan karena berhari-hari tak turun hujan satu borongan kebun mentimun milik Puji gagal panen.

Tanah kebun yang kering dan tandus membuat mentimun sulit besar dan menguning. Pupuk dan bahan lain tak bisa mengobati kekeringan tanaman mentimun.

"Sudah ini, tidak bisa diapa-apain lagi, gagal panen," ujarnya, Selasa (12/9/2017).

Air dari sumur juga sulit untuk diambil karena air sumur juga turut kering. Sementara air sungai Tambak Buluh juga mulai kering.

"Saya tak ada alat buat ngambil air dari sungai," ujarnya petani Jalan Sidomulyo Selatan Landasan Ulin Timur Banjarbaru.

Sementara kasi Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru, Jumiatun mengatakan seharusnya petani antisipasi jelang musim kemarau. Petani hendaknya bisa memperhitungkan musim kemarau agar tanaman mentimun sudah diganti dengan tanaman yang tahan di musim kemarau.

Selain itu, jika sudah terjadi bencana pihaknya akan sulit membantu karena tak ada program dari para petani. "Kalau mau bantuan sumur dari Dinas dari tahun-tahun kemarin, itu tandanya dari petani tidak ada antisipasi kemarau," ujarnya.

Seharusnya jauh-jauh hari petani meminta sumur bor ke dinas untuk diproses dengan dianggarkan. Kalau sekarang dinas sudah tak ada dana untuk membuatkan sumur.

"Bikin proposal ke Dinas KP3 dan juga ke PUPR karena kewenangan membuat sumur bor ada di PU," ujarnya.

Selain itu juga bisa meminjam alat pompa air untuk mengambil air dari sungai ke BPTP Provinsi Kalsel atau ke Alsin Kalsel. Dengan itu bisa diambil sumber air terdekat dan air ditampung di kolam buatan unyuk menyiram tanaman.

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved