Berita Kabupaten Banjar

Wah Gawat! Lahan Pertanian Gambut Terancam, Gilanya Lagi Aturan Pemprov Makin Memperparah

Terlebih Pemprov Kalsel kabarnya telah mengeluarkan beleid yang menetapkan jarak kawasan lahan yang diizinkan untuk alih fungsi di luar pertanian

Wah Gawat! Lahan Pertanian Gambut Terancam, Gilanya Lagi Aturan Pemprov Makin Memperparah
banjarmasinpost.co.id/abdul gani
Jalan A Yani Km 15,500 Kelurahan Gambut Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sentra produksi pangan seluas 50 ribu hektare di Kalsel bakal tidak lagi disandang Kabupaten Banjar. Soalnya, banyak lahan pertanian telah berubah fungsi menjadi perumahan, pertokoan dan area publik.

Terlebih Pemprov Kalsel kabarnya telah mengeluarkan beleid yang menetapkan jarak kawasan lahan yang diizinkan untuk alih fungsi di luar pertanian sejauh 1.250 meter dari jalan nasional.

Saat ini saja, dari Jalan A Yani Km 6, Kertak Hanyar hingga Km 18 tumbuh bangunan. Lahan pertanian di kawasan itu telah beralih fungsi menjadi perumahan, pertokoan, gudang dan lainnya. Kebanyakan lahan di tepi jalan sudah bukan lagi milik warga, melainkan pendatang.

Kata HM Fachri, Kadinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar, data luas lahan pertanian di Kabupaten Banjar hingga kini tidak pernah berubah yakni 67 ribu hektare. Tetapi, lanjut dia, luas lahan sawah telah menyusut hingga menjadi 50 ribu hektare.

“Terjadi alih fungsi lahan produksi pertanian pangan menjadi lahan nonpangan yang menyebabkan lahan sawah kita menyusut,” beber Fachri dalam ekspose Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Kabupaten Banjar di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Selasa (12/9).

Disebutkan dia, secara nasional penyusutan lahan produksi pangan mencapai 70-80 ribu hektare. Di Kabupaten Banjar luas sawah terus menyusut di antaranya karena sentra produksi pangan di daerah ini mengelilingi ibu kota provinsi.

Sentra produksi pangan di Kabupaten Banjar meliputi Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, Tatah Makmur, Sungai Tabuk tidak terelakkan mengalami penyusutan.

“Walaupun data real-nya kami tidak punya. Tetapi, kenyataan yang terjadi akibat alih fungsi lahan, sentra produksi pangan kita menyusut, “ urainya.

Penyusutan sentra produksi sulit untuk dicegah apalagi jarak lahan yang bisa dikonversi untuk kawasan nonpangan di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalsel dari Jalan nasional menurut dia sejauh 1.250 meter.

Jadi, dengan jarak sedemikian panjangnya, jika ditarik dari Kertak Hanyar hingga Gambut sudah sekian ribu hektare lahan berubah fungsi dari lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian.

BPost hari ini
BPost hari ini ()

Baca berita-berita BPost Cetak di http://banjarmasin.tribunnews.com/bpost/index.php?hal=1#

Penulis: Didik Trio
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved