Berita Banjarmasin

Sadis, Perempuan Pensiunan Guru Ini Dicekik dalam Mobil, Lalu Ditinggal di Jalan

Perampok yang menggasak perhiasan milik pensiunan guru, Saadiyah (67), Selasa (12/9) lalu, akhirnya tertangkap.

Sadis, Perempuan Pensiunan Guru Ini Dicekik dalam Mobil, Lalu Ditinggal di Jalan
Harian Metro Banjar Edisi Cetak Senin (18/9/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perampok yang menggasak perhiasan milik pensiunan guru, Saadiyah (67), Selasa (12/9) lalu, akhirnya tertangkap. Si perampok, Masrani (45), diciduk polisi gabungan dari Unit Resmob Polda Kalsel, Unit Jatanras Polres HSS, Unit Jatanras Polres Tanahbumbu, Sabtu (16/9/2017) dini hari. Saat beraksi Masrani sempat memukul dan mencekik Saadiyah dalam mobil.

Polisi menciduk Masrani di rumahnya di Jalan Kodeco Km 53 RT 5 RW 2 Kelurahan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu. Saat dibekuk, Masrani tidak memberikan perlawanan. Dalam penangkapan itu polisi juga menemukan barang bukti berupa uang Rp 6,5 juta.

Aksi Masrani ini sempat membuat Saadiyah, warga Gambah Dalam RT 1 RW 1 Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, trauma. Pasalnya, sebelum membawa kabur dua buah cincin emas seberat 15 gram dan 10 gram dan dompet yang berisikan uang Rp 3 juta, Masrani sempat menganiaya Saadiyah dalam mobil.

Untungnya pukulan dan cekikan Masrani itu tidak merenggut nyawa Saadiyah. Setelah melakukan aksi, Saadiyah diturunkan di pinggir jalan, sedangkan Masrani tergesah-gesah membawa kabur perhiasan dan uang milik Saadiyah.

Oleh Saadiyah, perampokan itu dilaporkannya ke Polres Hulu Sungai Selatan, Selasa (12/9). Sejak saat itu polisi memburu Masrani. Di-backup Resmob Polda, polisi yang dipimpin Kanit Resmob Kompol Didik Subiyakto mendapatkan informasi keberadaan Masrani di rumahnya di Jalan Kodeco Km 53 RT 7 RW 2 Kecamatan Mantewe, Tanahbumbu. Tim gabungan langsung ke TKP dan menciduk Masrani yang tengah bersantai di rumahnya.

Direktur Kriminal Umum Kombes Sofyan Hidayat melalui Kasubdit Jatanras AKBP Afebrianto, Minggu (17/9) siang, membenarkan pihaknya menangkap Masrani. "Ia (Masrani) baru saja tertangkap,” kata Afebrianto.

Afebrianto mengatakan, saat ini anggota masih di lapangan melakukan pengembangan. “Kami juga berhasil menemukan uang Rp6,5 juta, yang diduga hasil aksi kejahatannya,” ujarnya.

Informasin didapat, aksi yang dilakukan Masrani cukup unik. Awalnya Masrani mendatangi rumah korban di Desa Gambah Dalam RT1 RW1 Kecamatan Kandangan Kabupaten HSS. Masrani meminta kepada korban untuk menunjukkan rumah yang akan disewakannya.

Tanpa curiga, korban pun ikut bersama Masrani naik mobil Avanza. Mobil pun meluncur ke rumah yang akan disewa Masrani di daerah Jambu Hilir RT 10 RW 1 Kecamatan Kandangan Kabupaten HSS.

Saat berada di Jalan Jenderal Sudirman Desa Tibung Raya Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Masrani mulai beraksi. Secara tiba-tiba Masrani memukul kepala korban dan mencekik korban.

Tak hanya itu Masrani juga mengancam agar korban tidak berteriak. Kemudian Masrani memaksa korban menyerahkan perhiasaan berupa cincin dan dompet yang berisikan uang Rp 3 juta. Setelah mendapatkan perhiasan dan uang, Masrani menurunkan korban di Jalan Lingkar Selatan Desa Hamalau Kecamatan Sungai Raya Kabupaten HSS. (dwi)

Baca Lebih Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Senin (18/0/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved