Seputar Kaltim

Setelah Warga Kerasukan dan Pawang Buaya Pergi, Jasad Supriyanto Utuh Muncul dari Dasar Sungai

Setelah dicari ke sana kemari oleh tujuh orang pawang buaya dan puluhan petugas, akhirnya jasad Supriyanto muncul.

Editor: Ernawati
Tribun Kaltim
Buaya diduga membawa tubuh pawang yang disambar (Tribun Kaltim/Capture) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MUARA JAWA - Usaha pencarian Supriyanto, korban diterkam buaya akhirnya membuahkan hasil.

Setelah dicari ke sana kemari oleh tujuh orang pawang buaya dan puluhan petugas, akhirnya jasad Supriyanto muncul.

Supriyanto (39), korban kedua terkaman buaya di jalan Ir Soekarno, RT 17, Muara Jawa, Kutai Kartanegara.

Tepatnya di sungai TB, depan Jety BRE, muncul sendiri saat, petugas dan pawang buaya sudah kelelahan mencarinya.

Ditemukanya tubuh korban oleh tim SAR gabungan, sekitar pukul 21.45 Wita.

Tubuh korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di bawah speed boat personel pencarian.

Tubuh korban, yang diterkam buaya pada Sabtu (16/9) kemarin, masih utuh.

Hanya saja telinga sebelah kiri korban mengalami luka robek, yang diduga gigitan buaya.

Saat ditemukan, korban hanya menggunakan celana pendek, sama persis dengan video diterkamnya korban, yang tersebar luas di media sosial.

Padahal, saat itu, sekitar pukul 21.00 Wita, semua pawang maupun orang pintar, meninggalkan lokasi pencarian.

Itu dilakukan karena adawarga yang tidak terima keluarga menjadi kerasukan, yang diduga berasal dari aktivitas di lokasi pencarian.

Supriyanto (baju oranye) bersama keluarga. Supriyanto, mengaku pawang buaya. Ia jadi korban terkaman buaya saat mencoba membantu mencari seorang anak yang hilang.
Supriyanto (baju oranye) bersama keluarga. Supriyanto, mengaku pawang buaya. Ia jadi korban terkaman buaya saat mencoba membantu mencari seorang anak yang hilang. (Tribun Kaltim/Istimewa)

Penemuan korban berlangsung secara tidak sengaja, pasalnya saat itu sebagian personel hendak menuju speedboat masing-masing untuk beristirahat, sambil menunggu pawang datang.

"Saat itu saya memang ke speed, standby sambil istirahat. Tapi, saya lihat punggung korban diantara speed," ucap Komandan Kapal SBU 2006, Polairud Polda Kaltim, Brigpol Yulianto Tono, Minggu (17/9/2017).

Lanjut dia menjelaskan, tidak ada luka lain selain luka robek ditelinga, namun terdapat beberapa bagian kulit korban yang telah terkelupas.

"Sudah agak bau, tapi badan masih utuh. Tepat hari kedua, korban kedua ini dapat ditemukan," ucapnya lega.

Saat ini jenazah sudah berada di rumah duka, di jalan Jalur, gang Kurma, RT 25, Muara Jawa, Kutai Kartanegara, guna menjalani proses pemandian jenazah, dan direncanakan korban akan dimakamkan di Makroman, Samarinda. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved