Berita Banjarmasin

Warga Terancam Krisis Air Bersih, Ini Kata Wali Kota Banjarmasin

Ada rencana dengan balai dan Kementerian PU membangun intake baru untuk PDAM Bandarmasih di Sungai Rangas.

Warga Terancam Krisis Air Bersih, Ini Kata Wali Kota Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tercemarnya air sungai Martapura membuat warga Kota Banjarmasin terancam mengalami krisis air bersih. Tapi, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyatakan mereka mengatasi ancaman itu dengan meningkatkan kapasitas intake Sungai Tabuk dengan memperbanyak debit air.

Kedua, sebut dia, ada rencana dengan balai dan Kementerian PU membangun intake baru di Sungai Rangas.

“Yang lainnya gerakan masyarakat menampung dan memanfaatkan air hujan. Menampung itu bisa menggunakan tong dan drum. Air sumber utama tetap mengandalkan PDAM, baik sungai. Selama tidak ada intrusi air laut, air sungai kita masih bisa diolah,” ucap Ibnu Sina.

Dia menyebut, di Pulau Bromo, ada yang diolah sistem osmosis atau penyulingan air asin menjadi enak diminum. “Ya, penyulingan itu dilakukan meskipun mahal,” kata dia.

Disebutkan dia, sungai Marapura menyambung dari kabupaten lain dan provinsi lain.

“Karena itu di Kongres Sungai ke Tiga di Banjarmasin, kami mengusulkan ada badan otoritas sungai yang nantinya akan menjadi otoritasnya, karea sungai tidak mengenal batas wilayah administratifnya, sehingga perlu adanya satu kesatuan (one river one management) satu sungai satu manajemen,” kata dia.  (*)

Editor: Yamani Ramlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved