Ekonomi dan Bisnis

Grafik Transaksi Perdagangan Antara Kalsel dengan Jawa Timur

Kalimantan Selatan dan Jawa Timur sudah sejak lama bekerjasama terutama pada sektor perdagangan. Nilai transaksi antar daerah pun cukup besar

Grafik Transaksi Perdagangan Antara Kalsel dengan Jawa Timur
BANJARMASINPOST.co.id/achmad maudhody
Expo Banjarmasin TTI 2017. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan dan Jawa Timur sudah sejak lama bekerjasama terutama pada sektor perdagangan.

Nilai transaksi antar daerah pun cukup besar.

Dijelaskan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur (Jatim), M Ardi, total omset perdagangan antar dua provinsi ini capai ratusan triliun.

Kalsel pun masih memiliki surplus omset nilai transaksi dengan Jatim.

Kalsel nilai omset penjualan komoditi asal Kalsel ke Jatim mencapai Rp 328 triliun rupiah, sedangkan Jatim ke Kalsel mencapai hampir Rp 300 triliun rupiah.

Produk-produk asal Kalsel yang dijual ke Jatim utamanya berupa bahan baku industri seperti kayu dan yang lainnya.

Sedangkan produk asal Jatim yang dijual ke Kalsel banyak berupa produk bahan makanan, bahan bangunan dan yang lainnya.

Expo Banjarmasin TTI 2017 ini merupakan agenda lanjutan dari Misi Dagang Jatim dan Kalsel yang sempat dilakukan beberapa waktu lalu.

Pada ajang Misi Dagang tersebut berhasil tercatat omset penjualan mencapai Rp 400 miliar lebih.

"Nilai Rp 400 miliar tadi itu neracanya seimbang antara pembelian dan penjualan pengusaha dan pedagang Kalsel dan Jatim yang kuta pertemukan pada misi dagang," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, H Birhasani.

Hal yang hampir sama juga diadakan pada ajang Expo Banjarmasin Tourism Trade Investment (TTI) 2017 sekaligus Pameran Terpadu Produk Unggulan Jawa Timur 2017.

Di antara stan-stan produk unggulan Jatim panitia yaitu PT Aira Mitra Media (AMM) sebagai pelaksana acara menyiapkan small business lounge sebagai wadah bertemunya pedagang Jatim dan Kalsel untuk berhubungan bisnis.

"Jadi yang sekarang ini kita fasilitasi pedagang dengan skala UKM untuk saling berbisnis, bisa menjalin kerjasama sebagai agen dan reseller masing-masing produk antar dua daerah," kata M Ardi. (*)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved