Breaking News:

Berita Banjarmasin

Banjarmasin Harus Dibranding Ulang, Ini Penjelasan Pengamat Ekonomi ULM

"Banjarmasin kota terindah bukanlah tagline yang baik. Kenyataannya sungai Banjarmasin kotor" kata Arief.

Penulis: Edi Nugroho | Editor: Murhan
Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho
Fokus group discussion (FGD) rebranding Kota Banjarmasin, Jumat (22/9/17) di lantai 4 Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin berupaya menjadikan sungai di Banjarmasin sebagai kota terindah di kota ini.

"Tahun ini kita angkat 500 orang satgas kebersihan atau 10 orang satgas kebersihan per kelurahan" kata Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, saat Fokus Group Discussion, rebranding Kota Banjarmasin, Jumat (22/9/2017) siang di lantai 4 Banjarmasin Post.

Diakuinya, City branding saat ini diarahkan ke river city. Masalah sungai diharapkan menjadi keunggulan Banjarmasin.

Baca: Live Streaming Indonesia Vs Laos di Kualifikasi Piala Asia U-16, Fakhri Tetap Bidik Kemenangan!

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM yang juga praktisi marketing, Arief Budiman melihat belum punya tagline kuat untuk menjual kota.

"Banjarmasin kota terindah bukanlah tagline yang baik. Kenyataannya sungai Banjarmasin kotor" kata Arief.

Tagline yang tidak sesuai kenyataan, sambung Arief, sangat kontraproduktif dengan fakta dan ini akan menjadi pembunuh bagi konsumen yang akan datang ke Banjarmasin.

Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post, Musyafi', fokus group discussion rebranding Banjarmasin ini bermula dari diskusi temen temen redaksi dan temen temen di ULM.

"Banjarmasin harus punya branding yang bisa menjual seperti Jogja Istimewa, " kata Musyafi'.

Musyafi' menyatakan Bpost akan menurunkan tulisan diskusi di koran untuk memberikan ruang untuk merebranding Kota Banjarmasin.

"Para pakar akan kita berikan ruang untuk memberikan pemilkiran rebranding di koran" kata Musyafi'.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved