Berita Banjarmasin
Ami Sasirangan Kreatif Bikin Motif Modern, Ini Harapan Pemilik Kepada Dekranasda
Kain bermotif khas Kalsel ini disuka banyak orang dari berbagai provinsi bahkan pejabat negara pun kerap mengenakan pakaian berbahan kain sasirangan.
Penulis: Salmah | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sasirangan kian popular di tanah air. Kain bermotif khas Kalsel ini disuka banyak orang dari berbagai provinsi bahkan pejabat negara pun kerap mengenakan pakaian berbahan kain sasirangan.
Dibenarkan oleh Nasir, pemilik Ami Sasirangan di Kampung Sasirangan, Jalan Seberang Masjid, Banjarmasin Tengah. Seperti halnya kain sasirangan produknya banyak dibeli konsumen dari Jawa, Sumatera dan lainnya.
"Banyak pembeli dari berbagai daerah. Bahkan kami pernah dapat order dari Yogyakarta, katanya untuk seragam di acara resepsi perkawinan," ungkap Nasir.
Pesanan dari luar pulau macam Jakarta, Bengkulu, Aceh, ada yang membeli secara online melalui instagram amisasirangan dan adapula melalui rekomendasi pelanggan, teman dan keluarga.
Baca juga: Heboh Video Remaja Diduga Mabuk PCC di GOR Hasanuddin HM, Faktanya Begini
Produk sasirangan yang dijual Nasir adalah hasil kerjasama dengan para pengrajin. Sistemnya, Nasir menyediakan bahan dan motif, kemudian pengrajin mengerjakan.
Produk dipasarkan antara lain bahan kain, pakaian jadi, kerudung, kopiah dan sarung bantal sofa.
Mengenai harga produk, bahan kain berupa katun Rp 40 ribu per meter, semi sutra Rp 50 ribu, dorbi Rp 75 ribu, sutera bervariasi mulai Rp 150 ribu, Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per meter.
Mengenai motif saat ini yang tren adalah motif modern. Meski demikian Ami Sasirangan tetap memproduksi motif klasik macam gigi haruan, gagatas dan lainnya yang dikombinasi dengan motif lainnya.
"Supaya lebih berkembang maka harus kreatif, bikin motif modern contohnya rumah Banjar, bentuk binatang dan lainnya," papar Nasir.
Ciri khas warna yang dikreasi Nasir adalah warna cerah dan terang, yaitu merah, biru, kuning gading dan tak lupa warna klasik, hijau.
"Pembeli juga boleh pesan motif dan warna diinginkan," ujar Nasir yang pernah ikut pameran lokal.
Sasirangan adalah bisnis menjanjikan, namun harapan Nasir, agar para produsen dan pengrajin bisa sama-sama berkembang hendaknya pihak Dekranasda secara bergiliran membawa pelaku usaha pada even promo.
"Jangan dibawa pelaku usahanya itu-itu saja. Berilah kesempatan yang lainnya juga. Hal ini sudah pernah disampaikan ke Dinas Pariwisata," seloroh Nasir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/nasir-pemilik-ami-sasirangan-banjarmasin_20170923_205132.jpg)