Berita Banjarbaru

Lagi, Dua PSK Pembatuan Terciduk Petugas, Ternyata Pendatang

Keduanya ditemui sedang melayani tamu yang sedang mabuk di warung tempat keduanya bekerja.

Lagi, Dua PSK Pembatuan Terciduk Petugas, Ternyata Pendatang
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Marni dan Winarsih kaget bukan kepalang, saat duduk melayani tamu di warung kopi Jalan Kenanga Landasan Ulin Timur atau sering disebut Pembatuan akhirnya terciduk giat Polsek Banjarbaru Barat, Sabtu (23/9/2017) malam. 

BANJARMASINPOST.O.ID, BANJARBARU - Marni dan Winarsih kaget bukan kepalang, saat duduk melayani tamu di warung kopi Jalan Kenanga Landasan Ulin Timur atau sering disebut Pembatuan akhirnya terciduk giat Polsek Banjarbaru Barat, Sabtu (23/9/2017) malam.

Keduanya ditemui sedang melayani tamu yang sedang mabuk di warung tempat keduanya bekerja.

Tanpa perlawanan keduanya pun langsung digelandang menuju Polsek Banjarbaru Barat untuk dimintai keterangan.

Baca: LIVE STREAMING MotoGP Aragon 2017, Rossi Bakal Mengejutkan Lagi?

Marni (35) mengaku baru satu bulan bekerja di Pembatuan. Dirinya mengaku mencoba datang ke Pembatuan setelah diajak oleh temannya yang juga dari Jawa. Dirinya nekat menjajakan diri di Pembatuan karena harus membiayai anaknya di Jawa.

Dua orang PSK yang terjaring razia yaitu Marni (35) asal Blora Jawa Tengah, dan Winarsih (34) asal Malang Jawa Timur.

Baca: Antusiasme Nonton Bareng Film G30S PKI di Kodim 1009 Pelaihari

Keduanya kemudian diserahkan kepada ketua RT setempat di Jalan Kenanga, Minggu (24/9/2017) untuk dikembalikan ke daerah asalnya setelah sempat diamankan di Polsek Banjarbaru Barat.

Sementara Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Syaiful Bob membenarkan terjaringnya dua orang PSK di Pembatuan. Ia mengatakan memang masih ada praktek esek-esek di Pembatuan, namun pekerja sering kucing-kucingan dengan petugas.

"Kita selalu ada penyisiran rutin ke kawasan itu setiap Jumat dan Sabtu malam, kebetulan tadi malam dapat," ujarnya.

Terkait masih adanya praktek prostitusi di Pembatuan, Syaiful membenarkan masih ada. Pekerja asal Jawa masih berdatangan untuk menjajakan lendir di kawasan itu.

"Terbukti saat diperiksa KTP keduanya bukan warga setempat, artinya orang dari Jawa masih berani datang untuk bekerja di Pembatuan," tambahnya.

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved