Waspada Gunung Agung

Ya Ampun! Letusan Gunung Agung 10 Kali Lipat Gunung Merapi, Berkaca pada Erupsi 1963

Saat meletus tahun 1963 punya indeks lima, sehingga kekuatan letusan Gunung Agung 10 kali lipat dari letusan Gunung Merapi pada tahun 2010.

Ya Ampun! Letusan Gunung Agung 10 Kali Lipat Gunung Merapi, Berkaca pada Erupsi 1963
tribun bali
Gunung Agung terlihat di kawasan Desa Rendang,Kabupaten Karangasem,Minggu (24/9/2017). 

Muntahan materialnya sekitar 0,83 kilometer kubik dikeluarkan dalam akumulasi setahun. Mengacu pada letusan Gung Agung tahun 1963.

"Itu keluarnya hampir satu tahun. Tapi apakah dikeluarkan semuanya atau bertahap. Kita belum bisa pastikan," katanya saat ditemui di Pos Pemantau Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, kemarin.

Pada letusan tahun 1963, Gunung Agung memuntahkan 280 juta meter kubik material selama satu tahun. "Waktu itu Gunung Agung mengalami erupsi selama satu tahun," katanya.

Zat-zat atau unsur-unsur yang terkandung dalam magma Gunung Agung, kata Suantika, sangat banyak.

"Banyak sekali unsur-unsurnya, yang ada di alam ini, itu semuanya berasal dari magma. Ada bahan organik, logam, itu berasal dari magma. Untuk gas yang terkandung dalam magma ada gas vulkanik, termasuk CO CO2, H2S, SCO2, CN ,dan Sianida," terangnya.

Kasbani menambahkan, jika Gunung Agung meletus, kecepatan awan panas harus diantisipasi. Sesuai rekomendasi yang dikeluarkan, tidak boleh ada aktivitas di radius 9 hingga 12 kilometer dari kawah Gunung Agung.

Hal lainnya yang harus diwaspadai adanya lahar dingin. Biasanya material akan turun setelah adanya dorongan air dari atas misalnya setelah hujan.

"Material ke bawah akan timbul belakangan setelah terjadi erupsi," ujar pria yang menyelesaikan pendidikan S1 Teknologi di ITB Bandung dan S2 di Selandia Baru ini.

Namun ia mengaku belum mengetahui kapan erupsi terjadi. Yang pasti aktivitas kegempaan masih tinggi.

"Ibaratnya Gunung Agung ini seperti manusia, jantungnya dia sudah berdegup kencang. Kalau waktunya itu kapan kami tidak tahu. Tapi yang pasti aktivitas kegempaan saat ini cukup tinggi, sehingga kami menetapkan status Awas," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved