Berita Kotabaru

Keterbelakangan Mental, Bocah Tenggelam Itu Sering Diberi Rokok dan Ngelem, Ini Kata Orangtuanya

Temuan bocah diduga tenggelam sempat menggegerkan warga RT 16, Perumanas Rampabaru, Desa Semayap, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru

Keterbelakangan Mental, Bocah Tenggelam Itu Sering Diberi Rokok dan Ngelem, Ini Kata Orangtuanya
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Petugas Satpolair saat menenangkan nenek korban ketika di ruang jenazah rumah sakit Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Temuan bocah diduga tenggelam sempat menggegerkan warga RT 16, Perumanas Rampabaru, Desa Semayap, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru, Selasa (26/09/2017) mulai menemukan titik terang.

Bocah diketahui bernama Dinas Saputra (15) adalah seorang penyandang disabilitas.

Safarudin orangtua korban ditemui di rumah sakit membenarkan, putranya itu dalam kondisi tidak normal.

Baca juga: Iray, Si Bandar Arisan Online Hari ini Dengarkan Dakwaan Jaksa

"Memang. Benar sekali anak saya kondisinya tidak normal sejak lahir. Dan, setiap orang juga tidak menghendaki, tapi sudah menjadi kehendak Allah SWT," kata Safarudin, Selasa (26/9/2017).

Menurut Safarudin, ia tidak mengetahui persis kejadian yang menimpa putranya. Tapi baru mengetahui begitu mendapat informasi dari kakeknya.

"Ia (anak) saya tinggal sama ibu dan neneknya. Dan, baru tahu setelah memastikan ke rumah sakit," jelasnya dengan nada terbata.

Baca juga: Polis Belum Ada Menemukan Klien Wanita di Antara 2.700 Member Nikahsirri.com

"Ya mudah-mudahan anak saya mendapat tempat yang layak di sisi Allah," tambahnya.

Sementara itu, ibu korban Yana, saat di ruang jenazah kepada pihak kepolisian, mengakui putranya penyandah disabilitas.

"Anak saya ini biasanya di rumah saja. Subuh sekitar pukul 05.00 Wita tidak ada di kamarnya. Sempat mencari kemana-mana," ujarnya.

Dijelaskan Yana, putranya tidak diberikan keluar rumah karena keterbatasan mental, Yana tidak menghendaki putranya berbuat yang tidak diharapkan.

"Kalau anak saya keluar rumah kadang ada yang memberi rokok, bahkan diberi lem castol," ucapnya kepada petugas Satpolair sambil terisak.

Tidak hanya Yana yang larut dalam kesedihan. Nenek korban pun sempat lemas begitu menyanksikan kondisi cucunya yang terbujur kaku di atas bansal ruang kamar jenazah rumah sakit Kotabaru.

"Cucuku," ucap nenek korban sambil tubuhnya dipegangi petugas yang saat ini menenangkannya.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved