Ricuh di Bangku VVIP Laga Kalteng Putra vs Persebaya, Inilan Peran dan Keterlibatan Gubernur Kalteng

Laga Kalteng Putra versus Persebaya diwarnai kericuhan. Kericuhan bahkan terjadi di bangku VVIP, yang ditempati oleh Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran

Ricuh di Bangku VVIP Laga Kalteng Putra vs Persebaya, Inilan Peran dan Keterlibatan Gubernur Kalteng
istimewa via TRIBUNKALTENG.com/faturahman
Pertandingan sepak bola antara Kalteng Putra vs Persebaya yang digelar, Selasa (26/9/2017) sore sempat terjadi kericuhan di tribun kehormatan yang jadi tempat duduk para pejabat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Laga Kalteng Putra versus Persebaya diwarnai kericuhan. Kericuhan bahkan terjadi di bangku VVIP, yang ditempati oleh Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran.

Video kerusuhan bahkan tersebar di banyak akun bonek, pecinta setia Persebaya. Terlihat sosok Gubernur Kalteng, Sugianto yang berada di tengah kerusuhan.

Ia terlihat mencoba menenangkan kericuhan yang terjadi, bahkan menarik beberapa orang untuk menghindari terjadinya kericuhan.

Kabar yang beredar, dalam kericuhan tersebut juga terdapat Presiden klub Persebaya Surayaba, Azrul Ananda.

"Entah bagaimana asal muasal terjadinya insiden ini. Tetapi menurut salah satu saksi mata yang berada di tempat kejadian mengetahui bahwasannya.

pihak dari Official Persebaya merasa dirugikan atas kinerja wasit yang memimpin pertandingan, dan sempat ada ketegangan

di tribun VVIP yang juga melibatkan Presiden Persebaya ikut turun tangan dalam insiden tersebut", dilansir akun instagram bonek tv.

Versi lain dari kabar yang tersebar adalah Presiden klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda yang melontarkan protes pada wasit yang memimpin.

Kata-kata yang dilontarkan dianggap kasar oleh para pejabat lain yang duduk di bangku VVIP.

Kericuhan muncul dari ajudan yang melontarkan protes pada Azrul, hingga akhirnya Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran turun tangan melerai.

Laga Kalteng Putra vs Persebaya berakhir dengan skor 1-1, dengan tambahan waktu sampai 10 menit.

Namun, dalam laga ini sempat terjadi beberapa kali kericuhan. Hal ini dipicu keputusan wasit yang dinilai tim tamu tidak adil. Itu terjadi setelah wasit memberi tendangan bebas tepat di depan kotak penalti.

Bahkan, manajer Persebaya sempat meminta pemain keluar dari lapangan atau mogok main sebagai tanda protes. Namun, laga dapat dilanjutkan lagi. (BANJARMASINPOST.co.id/restudia)

Penulis: Restudia
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved