Lagu Genjer-genjer Kembali Terdengar, Katanya Bukan Lagu PKI?

Di film Penghianatan G30S/PKI, lagu Genjer-genjer muncul pada momen adegan mengerikan, saat para anggota PKI menyiksa para jenderal TNI AD

Lagu Genjer-genjer Kembali Terdengar, Katanya Bukan Lagu PKI?
tribunnews.com
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen 

Alur pertama, lagu Genjer-genjer ditulis M. Arief pada 1942. Sebagai bentuk protes pada penjajahan Jepang yang membuat rakyat kelaparan.

Lagu ini kemudian lebih populer setelah dinyanyikan ulang oleh Bing Slamet dan Lilis Suryani pada 1962.Lagu ini dipakai sebagai lagu kampanye Partai Komunis Indonesia (PKI).

Stigma buruk Genjer-genjer muncul di film Pengkhianatan G 30 S PKI lewat adegan fiktif anggota Gerwani menyilet wajah para jendral sambil menyanyikan lagu ini.

Stigma buruk tersebut berdampak pada keluarga Muhammad Arief selaku penulis lagu.

Setidaknya sampai tahun 2014, rumah keluarga M. Arief masih sering dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Akun @TirtoID juga menuliskan keterangan seperti berikut:

"Lagu Genjer-Genjer dibuat untuk menggambarkan kesusahan warga saat penjajahan Jepang, bukan untuk PKI", tulisnya Selasa (19/9/2017).

Lagu "Genjer-genjer" memang diputar dalam film G30S/PKI karya sutradara Arifin C Noer.

Namun menurut istri almarhum Arifin C Noer, Jajang C Noer, suaminya memilih lagu itu semata-mata karena popularitas lagu itu di masanya, seperti dikatakannya saat menjadi tamu di acara Indonesia Lawyers Club tvOne beberapa waktu lalu.

Penghianatan G30S/PKI
Penghianatan G30S/PKI (net)

Jajang menegaskan, dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal informasi yang menyebut lagu itu adalah lagu favorit orang-orang PKI.

Ia yakin, keputusan suaminya menggunakan lagu itu dalam film tak bertujuan untuk memancing kontroversi tertentu.

Penulis: Rahmadhani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved