Kriminalitas di Tanahlaut

Reaksi Pembunuh Istri di Tambak Karya Kurau Setelah Divonis 13 Tahun Penjara

Anehnya, terdakwa tidak menolong dan justru meninggalkan korban seorang diri seusai menganiaya.

Reaksi Pembunuh Istri di Tambak Karya Kurau Setelah Divonis 13 Tahun Penjara
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Terdakwa pembunuh istri, Muhammad Aini alias Aai (47) yang resmi menyandang status warga binaan karena kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap divonis 13 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Muhammad Aini alias Aai (47) resmi menyandang status warga binaan. Itu karena kasusnya sudah dijatuhkan vonis dan berkekuatan hukum tetap karena terdakwa tidak melakukan upaya hukum Banding.

Terdakwa divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, 19 September 2017 lalu.

Putusan itu dibacakan hakim ketua yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho.

Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Poltak Hutajulu dikonfirmasi membenarkan bahwa terdakwa Muhammad Aini divonis 13 tahun penjara.

"Muhammad Aini dipidana penjara 13 tahun karena terbukti melakukan kekerasan fisik dalam rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban," katanya, Sabtu (30/9/2017).

Putusan majelis hakim itu sama dengan tuntutan jaksa yang dibacakan pada agenda sidang sebelumnya oleh jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Ade Ibnu Baharuddin Syuhada.

Ade menilai terdakwa melakukan kekerasan dalam lingkungan rumah tangga yang berakibat istri terdakwa, Arbainah (35) tewas, sebelum tiba di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Penasihat hukum terdakwa, Hj Sunarti, membenafkan bahwa terdakwa awalnya menyatakan berpikir sesuai putusan dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari.

"Tentunya setelah satu pekan, berpikir ternyata terdakwa menerima vonis tersebut," katanya.

Menurut Sunarti, satu pekan dari pembacaan putusan, terdakwa diberi batas waktu untuk berpikir, apakah menerima atau mengajukan banding atas putusan 13 tahun penjara tersebut.

"Ternyata terdakwa menerima," katanya.

Seperti diwartakan, korban sudah memberinpelaku tiga anak itu tewas dipukul pelaku menggunakan balok kayu.

Akibatnya korban mengalami retak tulang tengkorak kepalanya di bagian sebelah, Selasa (23/5/2017) lalu, sekitar pukul 15.00 Wita.

Peristiwa itu sempat menghebohkan warganet dan warga Desa Tambak Karya, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut.

Itu karena sebelum kematian korban, pelaku dan korban masih terlihat mesra.

Korban ditemukan tergeletak di dapur dan berdarah di kepalanya.

Korban pertama kali ditemukan anak perempuan yang nomor dua saat masuk rumah terkejut dan berteriak meminta tolong.

Anak korban melihat ibunya berdarah dan tak bergerak.

Anehnya, terdakwa tidak menolong dan justru meninggalkan korban seorang diri seusai menganiaya.

Terdakwa berhasil diamankan kerabatnya dan dibawa ke Mapolsek Kurau untuk menghindari amukan warga dan saudara korban. (BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved