Kriminalitas Jakarta

Setelah Iwan Rusmali, Lalu Muslih, Andi dan Trensis Diperiksa KPK, Kok Uangnya Kurang!

Dia kemudian menjalani pemeriksa lanjutan kasus suap pengesahan rancangan peraturan daerah penambahan modal Pemerintah Kota Banjarmasin ke PDAM

Setelah Iwan Rusmali, Lalu Muslih, Andi dan Trensis Diperiksa KPK, Kok Uangnya Kurang!
TRIBUNNEWS/HERUDIN
(Dari Kiri ke Kanan) - Ketua Pansus Penyertaan Modal PDAM Andi Effendi,Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir H Muslih, Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih Drs Trensis, Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali, tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (15/9/2017). Tim penyidik KPK berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan terkait pengesahan rancangan peraturan daerah tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah Kota Banjarmasin ke PDAM Bandarmasih senilai Rp 1 triliun, dan menangkap empat orang terdiri atas Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali, Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih, Ketua Pansus Penyertaan Modal PDAM, Andi Effendi, dan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasih, Trensis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Dengan menggunakan mobil tahanan, Iwan Rusmali, yang sebelumnya menjabat Ketua DPRD Banjarmasin, tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (29/9). Mengenakan rompi tahanan warna oren, Iwan yang memakai baju kaus bergaris warna gelap, memasuki gedung di bawah pengawalan petugas.

Dia kemudian menjalani pemeriksa lanjutan kasus suap pengesahan rancangan peraturan daerah penambahan modal Pemerintah Kota Banjarmasin ke PDAM Bandarmasih senilai Rp 1 triliun.

Iwan tidak sendiri. Demikian pula dengan Muslih, yang sebelumnya bertugas sebagai Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Andi Effendi (Wakil Ketua DPRD Banjarmasin) dan Trensis.

Muslih mengenakan pakai batik berwana putih. Demikian pula Trensis yang mengenakan batik warna cokelat. Sedang Andi memakai baju motif kotak.

Mereka memasuki gedung secara beriringan, termasuk dengan tersangka kasus korupsi lainnya.

Muslih beserta Trensis disangka memberikan suap kepada Iwan dan Andi yang juga Ketua Pansus Penambahan Modal.

Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Marwatta, beberapa waktu lalu. uang suap dikumpulkan dari para rekanan PDAM dan terkumpul sebanyak Rp 150 juta. Namun yang berhasil diamankan KPK saat operasi tangkap tangan, Kamis (14/9) lalu, hanya Rp 48 juta.

“Rp 48 juta uang tersebut diduga bagian dari uang Rp 150 juta yang diterima Dirut PDAM dari pihak rekanan yang telah dibagi-bagikan kepada anggota DPRD Kota Banjarmasin,” kata Alexander.

Mau baca berita Banjarmasin Post? klik DI SINI

Penulis: Didik Trio
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved