Berita Banjarbaru
Bocah Terlantar Kakak Adik Ada Harapan Bisa Sekolah, Kartu Keluarga Akan Diterbitkan
Dua Anak terlantar asal Mentaos Banjarbaru, Raska (9) dan Viona (4) mendapat perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru.
Penulis: Milna Sari | Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dua Anak terlantar asal Mentaos Banjarbaru mendapat perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru.
Kadinsos Kota Banjarbaru, Masjudin Noor, mengatakan dua anak tersebut yaitu Raska (9) dan Viona (4) akan bisa menempuh pendidikan formal.
Hal ini dikarenakan kartu keluarga dua anak ini tinggal menunggu penerbitannya dari Dispencapil Kota Banjarbaru.
"Sudah nunggu terbit saja lagi," ujarnya, Minggu (01/10).
Diketahui sebelumnya kedua anak yang ditelantarkan ayahnya tersebut tak memilki kartu keluarga akibat orang tuanya menikah siri. Selain itu ayahnya yang mengalami gangguan kejiwaan juga sulit diharapkan untuk membuat kartu keluarga.
Namun Dinas Sosial dan Kelurahan Mentaos sudah mengusahakan untuk pembuatan kartu keluarga untuk keduanya akan bisa masuk sekolah.
Selain akan diterbitkannya kartu keluarga dua anak terlantar tersebut, keduanya juga mendapatkan perhatian dari pemerintah kota Banjarbaru dengan membiayai dua anak tersebut.
"Kita sudah ada rapat membahas tentang dua anak ini bersama Dispencapil, Dinkes, Sekda, Babinsa, dan wali kota tentang dua anak terlantar tersebut, dan pak wali meminta agar biaya hidup dan pendidikan kedua anak tersebut akan dianggarkan dalam RKA 2018 nanti," jelasnya.
Berbeda dengan Viona dan Raska, anak pertama dari Supriyanto (40) yang juga turut ditelantarkan, Zaki (15) hingga kini masih belum bisa diadopsi ke panti asuhan. Ia masih belum bisa diajak ke panti karena tidak mau ikut. Ia bahkan sempat menghilang karena diajak untuk pergi.
"Belum bisa ditangkap, tapi kami akan terus berkoordinasi dengan Babinsa setempat," ujarnya.
Tak hanya Zaki, Supriyanto yang diduga juga mengalami gangguan mental juga menjadi target kedua selain Zaki untuk dibawa dari rumah itu. Supri rencananya akan dibawa ke RSJ untuk diperiksa mentalnya.
"Sudah ada kami tawarkan RSJ Sambang Lihum untuk merawat Supri, tinggal menunggu orangnya mau saja lagi," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/anak-terlantar_20171001_195123.jpg)