Berita Banjarmasin

Botia, Si Belang yang Sudah Sulit Ditemukan di Kalsel, Tapi Jenis Ini Paling Diburu

Penggemar botia adalah para pecinta ikan atau yang senang mengoleksi ikan hias di akuarium di rumah karena ikan ini terkenal memiliki corak yang indah

Editor: Didik Triomarsidi
tribunnews.com
Ikan hias Botia 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Botia atau ikan hias yang masuk dalam suku Cobtidae adalah jenis ikan hias endemik Kalimantan. Selain dapat ditemukan di perairan rawa Kalsel, juga bisa ditemukan di perairan Kalteng.

Penggemar botia adalah para pecinta ikan atau yang senang mengoleksi ikan hias di akuarium di rumah karena ikan ini terkenal memiliki corak yang indah. Sayangnya, ikan asli Kalimantan ini justru lebih banyak diminati oleh orang diluar pulau Kalimantan. Penggemarnya lebih banyak dari pulau Jawa hingga mancanegara.

Ikan botia sering diambil untuk dibawa keluar pulau hingga diseludupkan ke luar negeri. Namun ketika populasinya menurun, mulai tak terdengar adanya penyeludupan.

“Masyarakat kita tidak tahu kalau ikan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” ungkap Pahmi Ansyati, Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Kamis (28/9).

Ikan hias ini diburu oleh warga pendatang untuk dijual ke luar pulau. Akibatnya, populasi ikan Botia punah di Kalsel. Padahal, ikan Botia memiliki corak unik dan indah.

Para pemuda Banua banyak yang tidak mengetahui jenis ikan ini. Sehingga ikan hias ini lebih banyak diburu oleh orang luar.

Ikan Botia merupakan ikan endemik dan ikan khas Kalimantan. Ikan ini tidak bisa ditemukan di perairan lain selain di Kalimantan. Sayangnya, sebut Pahmi ikan ini sudah tidak lagi bisa ditemui di Kalsel.

Berbeda dengan perairan Kalteng yang masih memiliki jenis ikan ini karena wilayah itu masih banyak daerah yang belum terjamah manusia.

Pahmi berujar, Punahnya ikan Botia di Kalsel, harus segera diambil tindakan. Generasi penerus harus tahu ikan jenis ini, dan tak hanya mengetahuinya dari gambar semata.

“Sayangnya kami juga tidak memiliki datanya, karena untuk mengumpulkan data itu perlu penelitian yang juga memakan banyak dana, itu yang masih menjadi halangan kami,” jelas dia.

Mau baca berita Banjarmasin Post? klik DI SINI

Mau baca berita Metro Banjar? klik DI SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved