Berita Kotabaru

Tokoh Pemuda Ini Sebut Pemda Kurang Peduli Soal Listrik di Pulau Sebuku

Padahal pemerintah kabupaten menjanjikan listrik beroperasi dari ujung ke ujun Pulau Sebuku menyala 24 jam pada 2017 ini.

Tokoh Pemuda Ini Sebut Pemda Kurang Peduli Soal Listrik di Pulau Sebuku
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Suasana kehidupuan masyarakat Pulau Sebuku Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kotabaru dianggap kurang peduli terhadap kebutuhan masyarakat di Pulau Sebuku, Kecamatan Pulau Sebuku. Janji listrik menyala 24 jam oleh pemerintah daerah, terlebih lima desa belum tersambung listrik PT PLN belum terealisasi.

Padahal pemerintah kabupaten menjanjikan listrik beroperasi dari ujung ke ujun Pulau Sebuku menyala 24 jam pada 2017 ini. Namun mendekati akhir tahun belum ada tanda-tanda.

Hal ini memantik rencana perwakilan warga mendatangi pemerintah daerah untuk dilakukan pertemuan. Mendesak pemerintah daerah merealisasikan janji tersebut.

Baca: Jokowi Sudah 3 Kali Nonton G30S PKI, Wiranto Penyelesaian Secara Yuridis Tak Mungkin

Baca: Wanita Cantik Ini Dicerai Lewat SMS Sesaat Melahirkan, Ternyata Skenario Mertua Sangat Menyakitkan

"Tidak ada perhatian pemerintah daerah ke warga di Pulau Sebuku. Padahal warga sangat terbantu sekali dengan hidupnya lampu siang malam," kata Andi Hairul Efendi salah satu tokoh pemuda di Pulau Sebuku, kemarin.

Tokoh Pemuda Pulau Sebuku Andi Hairul Efendi
Tokoh Pemuda Pulau Sebuku Andi Hairul Efendi (helriansyah)

Menurut Fendi, rencananya akan mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah, belum dipastikannya apakah difasilitasi anggota dewan di DPRD.

Tapi yang pasti, tambah Fendi, ia juga akan menyampaikan aspirasi ke anggota dewan di DPRD terkait keluhan warga di Pulau Sebuku.

"Untuk hal ini kami sudah menyusun strategi," jelas Fendi yang juga pemerhati pembangunan desa di Pulau Sebuku.

Termasuk persoalan lainnya, seperti pemasangan instalasi di rumah-rumah warga yang bertahun-tahun, namun belum ada kepastian listrik akan menyala.

"Kenapa belum menyala? Padahal kan mesinnya sudah ada. Kedepannya mungkin kalau ternyata ini tidak jalan, tidak sesuai dengan perjanjian awal nanti akan bisa sampai ke hukum," tandas Fendi.

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved