Ekonomi dan Bisnis

Waduh Subsidi Rumah Bakal Dipangkas, Simak Saran Ketua REI Berikut Ini

skema rumah subsidi yang sudah berjalan saat ini sampai 20 tahun masih bisa mendapatkan bantuan subsidi uang muka.

Waduh Subsidi Rumah Bakal Dipangkas, Simak Saran Ketua REI Berikut Ini
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bagi yang ingin memiliki rumah dengan subsidi cicilan sampai 20 tahun sekaranglah saatnya.

Sebelum diberlakukan aturan skema baru dalam pembelian rumah subsidi.

Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril mengatakan, skema rumah subsidi yang sudah berjalan saat ini sampai 20 tahun masih bisa mendapatkan bantuan subsidi uang muka.

Tetapi rencananya skema akan berubah di 2018 mendatang.

Baca: Geger Sesosok Manusia Tanpa Busana Dekat Grand Dafam Q Hotel, Ternyata

Yakni subsidi uang muka maksimal cicilan 10 tahun dan sesuai dengan penghasilan per bulan.

Pemerintah bakal menerapkan skema baru ini dengan alasan agar subsidi rumah benar-benar tepat sasaran.

Dijelaskannya pula, nantinya untuk tingkat pendapatan nasabah juga dilihat.

Ketua DPD REI Kalsel, Royzani  Sjachril
Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril (BANJARMASINPOST.CO.ID/EDI NUGROHO)

Penghasilan Rp 4 juta per bulan mendapatkan subsidi uang muka.

Penghasilan Rp 4 juta sampai Rp 6 juta tidak mendapatkan subsidi uang muka.

Tetapi angsuran enam tahun dapat subsidi dan setelahnya mengikuti bunga pasar.

"Saat inilah kami gencar-gencarnya menawarkan unit perumahan. Tetapi bisa saja penerapan skema baru ini tertunda karena PP No 64 tahun 2016 saja belum diberlakukan," katanya, Senin (2/10).

Dia mengharapkan, masyarakat sesegeranya pada tahun ini untuk memproses pembelian rumah subsidi, jika ingin mendapatkan subsidi uang muka dan cicilan sampai 20 tahun, dengan cicilan tidak mengikuti bunga pasar.

Pihaknya menyediakan perumahan di Sei Sipai sebanyak 174 unit dan separo lebih sudah laku. Juga di Banjarmasin yakni rumah Banjar sebanhak 160 unit, yang rencananya grand launching saat Expo di Duta Mall pada 14 Oktober sampai 18 Oktober mendatang.

"Kami optimistis akan mampu menggenjot penjualan sebelum pemberlakuan skema baru tersebut. Kami harapkan pula pemerintah memberikan masa sosialisasi enam bulan, jangan langsung serta-merta memberlakukannya," ujarnya. (BANJARMASINPOST.co.id/hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved