Berita Banjarmasin
Heboh Lontong Orari, Warganet Minta Pemko Cek Rumah Makan Lainnya
Menurut warganet, hal ini penting untuk mendukung upaya pemerintah menjadikan Kota Banjarmasin sebagai tujuan wisata.
Penulis: Rahmadhani | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Semalam, dunia kuliner Kota Banjarmasin heboh lantaran adanya protes pelanggan terhadap keterbukaan informasi harga terhadap Lontong Orari.
Pelanggan tersebut protes lantaran merasa tagihan yang dibayar tak sesuai dengan pesanan alias kemahalan.
Komplain pelanggan Lontong Orasi terkait keterbukaan informasi harga menu langsung ditanggapi.
Setelah heboh di media sosial dan viral, pihak Lontong Orari langsung mengambil sikap.
Baca: Heboh Lontong Orari, Ini Daftar Wisata Kuliner Tradisional Kota Banjarmasin yang Lain
Sikap dilakukan setelah pihak Lontong Orari mengadakan pertemuan dengan Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin begitu keluhan tersebut viral di media sosial.
Pihak Lontong Orari langsung merespon keluhan tersebut dengan membuat daftar harga menu di rumah makan Lontong Orari.
Lontong Orari memang salah satu destinasi wisata kuliner tersohor di Kota Banjarmasin.
Hal ini rupanya mendapatkan respon cukup besar dari warganet (netizen). Kolom komentar Fanspage BPost Online bahkan diserbu ratusan komentar terkait berita ini.
Baca: Ini Lho Destinasi Wisata Kuliner Kota Banjarmasin Patut Dicoba, Nomor 1 Lontong Orari
Nah menurut warganet di kolom komentar Fanspage BPost Online, banyak yang menginginkan pemerintah memperhatikan serius kejadian ini.
Bukan terkait permasalahan di Lontong Orari semalam saja, tapi ke seluruh restoran dan rumah makan khususnya di Banjarmasin.
Mereka berharap pemerintah bisa mengambil sikap agar semua rumah makan dan restoran bisa mencantumkan atau membuat daftar harga menu makanan yang dijual.
Baca: Heboh Keluhan Harga Lontong Orari, Warganet: Tagihan Rp 1,5 juta Diprotes Jadi Rp 900 ribu
Menurut warganet, hal ini penting untuk mendukung upaya pemerintah menjadikan Kota Banjarmasin sebagai tujuan wisata.
Hal ini lantaran wisata tak bisa dilepaskan dari kuliner. Berikut beberapa komentar warganet yang diambil dari Fanspage BPost Online :
Denny Agus Fitriansyah : Jangan lontong orari saja yg mengeluarkan daftar harga, drumah makan yg lain nya juga. Serta penambahan 10% pajak itu gmana perhitungan nya apabila tidak ada rekap dari rumah makan tersebut.
Kahfi Ahmad : pemko hrs turun tangan klo hdk jadi daerah tujuan wisata jgn sampai pedagang seenaknya dan tidak realistis pada makanan atau jualan yg di jual apalagi mun sdh jadi ikon....intinya jangan manyupani banua
Eddy : Sebaiknya dicantumkan harga pada daftar menunya spy konsumen yg datang mengetahui berapa yg harusnya dibayarkan
Sunirah WP : Makanya dibuat daftar menu, itulah jawaban dr pertanyaan pembeli, kalau pembeli tanya semua ... Ya ngga ngga efisien, gunanya daftar menu ya itu
... Pembeli adl raja ... Tp kalau penjual nya mentang mentang laku ya seperti itu ...
Fatahillah OH : Semoga pemerintah kita di banua bisa memperhatikan ini agar daerah kita bisa maju ....
semua warung restoran dan rumah makan...harus dan wajib ada daftar harga makanan dan minuman jadi para pelanggan dari luar dan dalam kota kita tau barapa harga 1 porsi ...agar masyarakat kita kada tertipu dgn harga yg kadang kebangetan mahal.....
Agar para turis lokal dan luar tidak ragu makan di restoran,rumah makan dan warung....
setiap transaksi makan atau minum wajib ada detail makanan dan harga ( resit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/suasana-di-dalam-rm-lontong-orari_20171004_151738.jpg)