Berita Tapin

Gara-gara Ini, Petani Tapin Menjerit, Hairin: "Air Cepat Disedot Menggunakan Mesin"

Hujan cukup merata, bahkan cenderung lama sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat.

Gara-gara Ini, Petani Tapin Menjerit, Hairin:
Banjarmasinpost.co.id/Ibrahim Ashabirin
Areal pertanian cabai besar milik Hairin terendam air hujan, sejak Rabu malam hingga Kamis (5/10/2017) siang di Desa Harapan Masa, Tapin Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Areal pertanian cabai milik Hairin di Desa Harapan Masa Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin terendam sejak Rabu (4/10) hingga Kamis (5/10) siang. Genangan berasal dari curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Ya, dalam dua pekan ini, sejumlah daerah di Kalsel diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Hujan cukup merata, bahkan cenderung lama sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat. Hairin, petani cabai yang mengalami dampak tingginya intensitas hujan. Menurut Hairin, 5.000 bibit cabai besar yang dia tanam terendam. Untungnya, bibit cabai itu tidak rusak karena air cepat disedot menggunakan mesin. Dua mesin pompa digunakan Hairin untuk membuang air yang merendam tanaman cabainya.

Baca: Giliran Ria Irawan Dipanggil Setelah Syahrini dan Vicky Shu, Polisi Galau Artis ke 4 Tak Ada!

Ria Irawan, Syahrini, Anniesa Hasibuan
Ria Irawan, Syahrini, Anniesa Hasibuan (tribun jabar)

Baca: Jadi Biang Perceraian Nafa Urbach, Ratu Meta: Hanya Aku, Zack Lee, dan Tuhan yang Tahu

“Kalau cuma terendam satu hari, bibit cabai itu masih aman, kecuali terendam dua atau tiga hari,” jelas Hairin.

Masyriansyah, Kepala Dinas Pertanian Tapin yang melintas di areal pertanian milik Hairin, kemarin, sontak turun dari mobilnya. “Saya mampir karena melihat tanaman terendam. Awalnya ingin saya pinjami pompa air, ternyata petaninya sudah punya,” ujarnya.

Hujan dengan intensitas cukup tinggi dan merata hampir seluruh wilayah Kalsel ini membuat warga agak khawatir. Biasanya, jika intensitas hujan tinggi, maka sudah memasuki musim hujan.

Sejumlah daerah di Banua bakal kena dampaknya. Beberapa wilayah langganan banjir seperti HST, Banjar, Tanahbumbu dan Kotabaru. Sementara tanah longsor juga kerap terjadi seperti di Balangan atau Tabalong.

Di Tanahbumbu, sudah tiga hari belakangan hujan deras melanda beberapa kawasan. Ada yang terjadi pada pagi, siang maupun sore hari. Kamis (5/10), misalnya, hujan deras terjadi sekitar pukul 10.00 Wita.

Sejak pagi, awan hitam muncul. Bahkan setelah hujan masih terlihat mendung. Tak ada terik matahari hingga sore. Untungnya, kondisi ini belum terlalu memengaruhi gelombang di Pantai Pagatan. Para nelayan masih melaut. Namun mereka tetap berjaga-jaga dan melihat situasi gelombang karena cuaca buruk.

Uding, nelayan Pagatan, mengaku kendati cuaca tidak menentu dan gelombang besar, dia masih bisa melaut. “Namanya nelayan, ombak sudah jadi makanan. Tapi saya tetap berharap gelombang tidak tinggi,” katanya.

Mau baca berita Banjarmasin Post? klik DI SINI



Mau baca berita Metro Banjar? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved