Berita HST

PKL Dwiwarna Dibangunkan Tenda, Tapi Para Pedagang Wajib Jaga Hal Ini

Pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar ruang terbuka hijau (RTH) Dwiwarna, dalam sepekan ini tak terlihat lagi.

PKL Dwiwarna Dibangunkan Tenda, Tapi Para Pedagang Wajib Jaga Hal Ini
banjarmasinpost.co.id/hanani
Trotoar di kawasan RTH Dwiwarna, Barabai, HST, yang dulu ditempati PKL, sekarang dibangunkan tenda di tepi trotoar untuk PKL, agar kawasan tersebut tetap terjaga kebersihannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar ruang terbuka hijau (RTH) Dwiwarna, dalam sepekan ini tak terlihat lagi.

Pemkab Hulu Sungai Tengah, melalui Satpol PP, atas perintah Bupati HST H Abdul Latif telah melakukan penertiban, untuk mengembalikan kawasan tersebut agar kembali tertib dan bersih.

Bupati HST H Abdul Latif menjelaskan, langkah cepat harus dilakukan untuk membersihkan kawasan tersebut, agar tak menjadi kawasan kumuh dan jumlah PKL-nya makin banyak.

Apalagi, letaknya di sekitar ruang terbuka hijau dan seberang Kantor Bupati HST, yang mestinya bebas PKL. Mereka juga mengunakan trotoar sebagai tempat berjualan, sehingga melanggar aturan.

Baca juga: ‘Ratu’ Kucing Asal Amuntai Ini Piaraannya 500 Ekor, Profesinya Hanya Penjual Es Blender

Meski telah ditertibkan, Latif masih memberikan toleransi kepada PKL, dengan tetap membolehkan berjualan di kawan tersebut, dengan membangunkan tenda khusus di luar trotoar. Pembangunan tenda, yang didanai community Social Responsibility (CSC) Bank Kasel Barabai tersebut, kini sedang dalam penyelesaian.

Tenda dengan rangka besi itu dibangun di tepi trotoar, atau di atas saluran air, setelah terlebih dahulu membangun penutup saluran air dengan lantai kayu. JIka tenda selesai dibangun, pedagang yang dulu berjualan di sana boleh menempati tenda.

”Syaratnya harus mendukung Pemkab menjadi kebersihan, dengan tidak membuang sampah sembarangan,”kata Kabag Humas Pemkab HST, Ramadhan, Jumat (6/10/2017). Pedagang yang menempati tenda, kata Ramadhan, juga wajib menjaga saluran air di bawah dibangunnya tenda, dengan tak membuang sampah apupun di saluran air tersebut.

Baca juga: Heboh di Kalteng! Ternyata Anak Wagub Kalteng Terlibat Penipuan Arisan Online

Sebab, jika saluran air tersumbat sampah, akan mengganggu aliran pembuangan air ke saluran lainnya. Untuk itu, Pemkab HST melalui Dinas Perdagangan akan member sanksi tegas tak boleh lagi berjualan, jika ada yang tak tertib dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar RTH tersebut. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved