Berita Banjarmasin

Main Balamut, Pukau Penonton, Padahal Maulidan Baru Belajar Tiga Hari

Mereka berdatangan ke aula serba guna SMPN 6 Banjarmasin untuk menyaksikan penampilan Muhammad Maulidan Anwar

Main Balamut, Pukau Penonton, Padahal Maulidan Baru Belajar Tiga Hari
Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar
Muhammad Maulidan Anwar bersama Kepala SMPN 6 Banjarmasin, Johanis dan guru pembimbing, Mariana. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rasa penasaran menyelimuti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, H Muhammad Effedi dan isteri, Kepala Sekolah SMPN 6 Banjarmasin, Johanis serta guru-guru maupun murid-murid yang jumlanya lebih 600 orang.

Mereka berdatangan ke aula serba guna SMPN 6 Banjarmasin untuk menyaksikan penampilan Muhammad Maulidan Anwar, siswa kelas IX B menampilkan kesenian Balamut yang hampir punah sekaligus mempersentasikan tetang apa kesenian tersebut.

Menurut cowok kelahiran Banjarmasin, 24 Mei 2003 ini pun membawakan pembuka kesenian Balamut, hingga membuat penonton sangat antusias mendengarkannya.

Baca: Ratu Kucing Asal Amuntai Dapat Perhatian dari Pecinta Kucing, Ini Hasilnya

"Maaf, saya hanya tiga hari belajar memainkan Balamut. Kalau kisah Balamut, saya belum hapal dan masih kesulitan memukul terbangnya," papar Mauldan.

Setelah itu, siswa SMPN 6 Banjarmasin ini, melakukan persentasi tentang apa itu Balamut dan sejarah. Dilanjutkan guru dan siswa menanyakan seputar Balamut dan dengan lancar Maulidan menjawabnya.

"Saya mempersentasikan Balamut disini sebagai ajang uji coba sebelum tampil di Jakarta. Rencananya saya akan tampil di grandfinal 12 besar Karya Tulis nasiional tingkat SMP di Jakarta," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, M Yusuf Effendi mengatakan sebenarnya dirinya juga belum pernah menyaksikan kesenian Balamut.

Baca: Ratu Kucing Asal Amuntai Menamai Kucing dengan Nama-nama India, Ini Alasannya

"Saya salut sama Maulidan, bisa memainkan Balamut di usia muda," kata Yusuf.

Dia juga sangat mengapreasi atas prestasi yang ditoreh Maulidan hingga masuk 12 besar nasional dalam karya tulis tentang kebudayaan.

"Semoga anak kita ini bisa membawa nama harum Banjarmasin, Kalsel, sekolah dan terutama orangtuanya," paparnya seraya menyerahkan beasiswa atas prestasinya berupa tabungan BRI.

Yusuf pun berharap, keberhasilan mauldan bisa menjadi motivasi siswa lainnya untuk berprestasi kegiatan apa pun.

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved