Berita Kotabaru
Soal Peceklik Dialami Nelayan, Ini Tanggapan Kepala DKP
Musim paceklik kini dialami nelayan tradisional Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru dampak akibat musim pancaroba
Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Musim paceklik kini dialami nelayan tradisional Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru dampak akibat musim pancaroba terjadi saat ini diakui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kotabaru Muchran Rasyid.
Muchran mengungkapkan, peceklik dialami nelayan tradisional selain karena cuaca yang tidak menentu. Namun juga karena jumlah potensi kelautan yang tidak seimbang dengan jumlah nelayan.
"Kami sudah meminta data ke provinsi untuk daerah tangkapan yang masih potensi," kata Muchran, Minggu (8/10/2017).
Baca juga: Sebelum Terjaring OTT, Politisi Golkar dan Ketua Pengadilan Pakai Sandi Unik Ini untuk Bertemu
Diakui dia, selain jumlah pontensi wilayah tangkapan tidak sebanding jumlah nelayan. Indikator berkurangnya hasil tangkapan karena sarana dan prasarana seperti perahu digunakan terbatas wilayah jelajah.
"Kedepan perahu nelayan harus di atas 5 GT. Kalau sekarang kan masih di bawah 5 GT yang wilayah tangkapan masih di sekitar perairan ini. Tapi harus pemerintah pusat, APBD kabupaten tidak bisa," katanya.
Tidak hanya itu, Muchran juga memiliki program mengatasi ketika kondisi paceklik dialami dengan cara melakukan budidaya rumput laut.
Baca juga: Dua Bocah Meregang Nyawa, Ini Proses Evakuasi Korban Tewas Akibat Kecelakaan
"Selain kedepan akan membuat rumah ikan di sepuluh titik. Rencana ini masih dipikirkan pemerintah pusat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/puluhan-perahu-nelayan_20171008_153623.jpg)