Berita Banjarbaru

Suka Olahraga Ekstrem yang Menantang? Coba Maraton di Gunung dan Rasakan Sensasinya

Berlari di jalan datar sudah biasa dilakukan, namun bagaimana dengan berlari di gunung.

Suka Olahraga Ekstrem yang Menantang? Coba Maraton di Gunung dan Rasakan Sensasinya
istimewa
Mountain Running 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Berlari di jalan datar sudah biasa dilakukan, namun bagaimana dengan berlari di gunung. Bagi warga Banua olahraga ekstrim ini memang masih sedikit sulit untuk dicari. Pasalnya olahraga ini hanya bisa dilakukan di gunung dan perbukitan.

Namun berlari atau maraton di gunung tetap ada peminatnya di Kalsel, khususnya di Kabupaten Tanahlaut Kota Pelaihari. Bagi para pecinta alam yang rajin mendaki mungkin bisa saja bertemu dengan mereka yang maraton untuk sampai ke puncak.

Trail running atau Mountain Running adalah aktivitas yang menggabungkan antara aktivitas mendaki gunung dan berlari. Pasalnya diolaharga ekstrim ini pemain harus berlari atau maraton untuk sampai ke puncak atau hingga ke garis finish di bawah gunung.

Baca juga: Sebelum Terjaring OTT, Politisi Golkar dan Ketua Pengadilan Pakai Sandi Unik Ini untuk Bertemu

Trail running harus diadakan di bukit atau gunung yang memiliki jalan setapak dengan trek panjang berisi batu-batu, tanah yang kuat dan campuran pasir. Dengan Medan seperti itu akan semakin meramaikan aktivitas trail running.

Pendiri Pelaihari Trail Runners (Petra Runners), Rizki Herdi Rifansyah mengatakan saat ini masih ada komunitas trail running di Pelaihari, namun anggota atau peserta trail running yang biasanya mengikuti acara juga banyak dari Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

"Kita berencana membentuk Kalimantan Selatan Ultra Trail Runner (Kamasutra Runners)," ujarnya, Minggu (08/10).

Trail Running termasuk olahraga ekstrim, karena jenis olahraga ini perlu fokus. Sisi kiri atau kanan jalan bisa saja adalah jurang, jika tidak fokus pelari bisa saja tergelincir ke bawah. Selain itu trek jalan yang berbatu juga bisa menjadikan kaki cedera. Jika tidak fokus pelari juga bisa mengalami cedera otot karena berlari di gunung jauh lebih menguras tenaga dibanding berlari di trek lurus dan datar.

Baca juga: Pesta LGBT Digerebek di Tempat Sauna, Masuk Bayar Rp 165 Ribu Dapat Pelumas dan Kontrasepsi

"Sensasi lari di kakinya itu beda dengan lari biasa," ujarnya.

Dalam trail running selain lebih capek, pelari juga dihibur dengan adanya pemandangan pegunungan yang cantik. Rasa capek di kaki pun akan hilang dengan sendirinya.

Meski sama-sama berlari, trail running memiliki perlengkapan yang berbeda dengan pelari maupun pendaki. Perlengkapan trail runners disebut Mandotory gears yang terdiri atas sepatu trail running, vest running, botol air minum, hadlamp, survival emergency blanket, peluit jas hujan dan sarung tangan.

Olahraga jenis ini ungkap Herdri juga termasuk dalam survival karena pelari bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk sampai finish dengan batasan waktu yang diberikan. Semakin tinggi dan semakin sulit trek maka semakin lama waktu untuk race.

Tak hanya sebagai olahraga hobi, trail running kini juga banyak dilombakan khususnya di pulau Jawa. Biasanya setiap beberapa bulan para trail runners berlomba untuk mendapatkan poin. "Kita cari poin, misalnya 100 kilometer, nanti boleh ikut yang lebih tinggi lagi, tapi kalau baru delapan kilometer tidak bisa ikut yang ratusan kilometer," jelasnya.

Nantinya ungkap Herdi rencananya juga akan ada empat orang perwakilan trail runners Kalsel yang akan berangkat ke Gunung Semeru untuk mengikuti lomba trail running di sana.

Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved