Ekonomi dan Bisnis

Ribut Soal Freeport Tolak Lepas Saham ke Pemerintah, Begini Penjelasan Menteri Jonan

Pertemuan sampai hari ini, itu tidak ada yang berubah. Kesepakatan besar sudah dicapai pada 27 Agustus 2017, yaitu

Ribut Soal Freeport Tolak Lepas Saham ke Pemerintah, Begini Penjelasan Menteri Jonan
kompas.com
Areal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu pihak Pemerintah kembali melakukan pertemuan dengan bos PT Freeport.

Pasca pertemuan itu berembus kabar Freeport menolak keinginan Pemerintah untuk menguasai 51 persen saham.

Menyikapi isu itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, langsung bereaksi.

Jonan menepis isu yang beredar atas penolakan PT Freeport Indonesia (PTFI) mendivestasikan kepemilikan sahamnya sebesar 51% kepada Pemerintah Indonesia.

Baca: Dipercaya Bekas Dihisap Kuyang Badan Memar Saat Bangun Tidur, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jonan menegaskan, sampai sekarang tidak ada yang berubah dengan hasil negosiasi yang dijalin antara Pemerintah Indonesia dengan Freeport.

"Pertemuan sampai hari ini, itu tidak ada yang berubah. Kesepakatan besar sudah dicapai pada 27 Agustus 2017, yaitu Pemerintah menyetujui perpanjangan maksimum 2x10 tahun dengan persyaratan tiga," jelas Jonan saat menyampaikan hasil negosiasi dengan PTFI kepada Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Senin (9/10).

Tiga persyaratan tersebut yaitu, PTFI harus mendivestasikan sahamnya sebesar 51% untuk kepemilikan nasional. Kedua, PTFI harus membangun fasilitas proses pengolahan dan pemurnian (smelter) sesuai dengan amanat undang-undang mineral dan batubara, dalam 5 tahun setelah persetujuan diberikan.

Ketiga, meningkatkan penerimaan negara dari hasil produksi PTFI secara keseluruhan, termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pajak dan retribusi daerah.

Baca: Menteri ESDM Tetapkan Harga BBM Berlaku Mulai Besok Hingga Desember 2017

Halaman
12
Penulis: Ernawati
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved