Berita HST

Jalan Walangsi-Kapar Makin Parah, Bupati HST Undang Manajemen PT Conch Cari Solusi

Bupati HSTmeminta pihak PT Conch menaati hukum negara, terkait batas tonase angkutan agar disesuaikan dengan kapasitas jalan

Jalan Walangsi-Kapar Makin Parah,  Bupati HST Undang Manajemen PT Conch Cari Solusi
banjarmasinpost.co.id/hanani
Bupati HST gelar rapat dengan manajemen PT Conch terkait masalah penanganan jalan rusak di lingkar Walangsi-Kapar, Rabu (11/10/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kerusakan jalan Lingkar Walangsi-Kapar setelah beberapa kali diguyur hujan, kini makin parah.

Di beberapa titik, terdapat lubang besar, yang sering membuat truk angkutan semen milik PT Conch amblas. Dampaknya terjadi penumpukan angkutan, dari arah kapar menuju Walangsi , Pajukungan, saat truk-truk tersebut henda menuju pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Macetnya truk angkutan tersebut merugikan pengguna jalan umumnya. Agar hal tersebut tak menjadi konflik di masyarakat, BUpati HST H Abdul Latif mengundang manajemen PT Conch Tabalong serta  pihak asosiasi angkutan semen, unsure muspida, DInas PU, DInas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Banjarmasin.

Baca: Jalan Walangsi-Kapar Makin Parah, Bupati HST Undang Manajemen PT Conch Cari Solusi

Dari PT Conch hadir Kepala Staf, Sun Cheng Fei didampingi Wang zhixun dan florantinus sebagai penerjemah. Dari asosiasi angkutan semen Conch dihadiri Ruli Ananda Stefanus beserta anggotanya. Sedangkan dari BBPJN VII Banjarmasin, diwakili Kepala Satuan Kerja, Mutaal Badrun.

Pada kesempatan itu, kepada pihak PT Conch, Latif meminta pihak perusahaan tersebut menaati hukum negara, terkait batas tonase angkutan, agar disesuaikan dengan kapasitas jalan yaitu kelas III.

“Sebenarnya masalah ini harus diselesaikan provinsi. Tapi karena berada di kabupaten HST dan masyarakat HST terkena dampaknya, ditambah status jalan nasional yang melewati kota kabupaten kini menjadi jalan kabupaten, kami berkepentingan untuk sekadar memfasilitasi, bagaimana masalah angkutan ini diselesaikan secara fair,”kata Latif.

Baca: Pelajar SMAN 2 Barabai Tewas Kecelakaan, Ini Kronologis Menurut Satlantas Polres HST

Latif menyebutkan, Kondisi keuangan daerah, yang kini mengalami defisit anggaran, membuat daerah cukup pusing jika dibebani perbaikan jalan.

“Kami juga dirugikan, karena harus mengeluarkan dana APBD, untuk membayar honor penjaga pintu masuk jalan kabupaten, agar tak dilewati truk semen,”tandas Latif.

Latif meminta agar PT Conch juga punya kepedulian terhadap negara, dengan tak mengizinkan pihak angkutan memuat truknya lebih dari kapasitas jalan, kelas III dan menyesuaikan dengan tonase yang sesuai dengan jumlah sumbu angkutan.

“Kalau angkutannya tak melebih kapasitas jalan, kemungkinan kerusakan jalan, bisa diminimalkan. Pihak perusahaan semen yang bekerjasama dengan asosiasi angkutan semestinya menaati aturan negara,”sesal Latif. (*)

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved