Life Style

Gimana Rasanya Ya Nggak Pakai Bra? Soalnya Besok No Bra Day, Berikut Fakta dan Sejarahnya

Peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day bukan untuk pornoaksi, melainkan sebagai bentuk dukungan Breast Cancer Awareness sedunia.

Gimana Rasanya Ya Nggak Pakai Bra? Soalnya Besok No Bra Day, Berikut Fakta dan Sejarahnya
THESUN.CO.UK
Peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tanggal 13 Oktober diperingati perempuan dunia sebagai Hari Tanpa Bra atau No Bra Day.

Tahun ini Baru Tanpa Bra atau No Bra Day tepat jatuh di hari Jumat, 13 Oktober 2017.

Peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day bukan untuk pornoaksi, melainkan sebagai bentuk dukungan Breast Cancer Awareness sedunia.

Melalui No Bra Day pada wanita diajak tidak memakai bra selama satu hari saja demi mendukung dan memberikan semangat kepada para breast cancer survivor di seluruh dunia.

Peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day pun dilakukan setiap tanggal 13 Oktober sejak tahun 2011.

Baca: Hari Tanpa Bra atau No Bra Day, Lima Artis Ini Sudah Biasa Pose Tanpa BH, Ariel Tatum Bikin Meleleh

Meski masih kontroversi karena dianggap aksi tak sopan, tapi tiap tahun No Bra Day makin populer tiap tahunnya.

Dilansir Bpost Online dari The Sun, Gerakan dimulai pada 2011 dan sebagian besar berlangsung di media sosial, di mana wanita menggunakan hashtag #nobraday untuk berkampanye.

Peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day
Peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day (THESUN.CO.UK)

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong perempuan untuk melakukan pemeriksaan diri, dan memastikan mereka mengetahui tanda-tanda kanker payudara.

Pria, dan wanita yang tidak ingin pergi braless, juga didorong untuk ambil bagian, dengan mengenakan sesuatu yang ungu untuk hari itu.

Sementara wanita dianjurkan untuk melakukan skrining mammogram pada tanggal 13 Oktober, yang dapat membantu mendeteksi kanker payudara hingga dua tahun sebelum dapat dirasakan oleh pasien atau dokter.

Sementara itu, No Bra Day sendiri, dilansir The Sun, berawal dari kegiatan yang dilakukan oleh ahli bedah plastik, Dr Mitchell Brown, di Toronto Kanada.

Saat itu, terdapat sebuah acara yang mengusung tema BRA (Breast Reconstruction Awareness). Acara ini sebagai media untuk mendidik dan memberi pemahaman kepada kaum perempuan tentang pilihan untuk rekonstruksi saat menjalani mastektomi.

Pada acara BRA Day, mereka yang terkena kanker payudara dapat menghadiri seminar, tanya-jawab dengan ahli bedah plastik terkemuka, serta mendengar cerita inspirasional dari penderita selamat.

Peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day
Peringatan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day (THESUN.CO.UK)

Pada 2014 silam, BRA Day dirayakan di 30 negara di seluruh dunia. Namun dalam perjalanannya, dari BRA Day kemudian muncul istilah No Bra Day. No Bra Day sendiri, disebut-sebut sebuah gerakan yang dilakukan oleh komunitas yang peduli terhadap penyakit kanker payudara.

Jika dilihat dari hasil penelitian, penggunaan bra, apalagi yang tidak tepat ukuran, justru dapat menyebabkan masalah pada kesehatan.

Padahal, selama bertahun-tahun para wanita diajarkan memakai bra untuk melindungi payudaranya.
Belum lama ini, hasil penelitian yang dilakukan oleh

Profesor Jean-Denis Rouillon, dari University of Besancon, Perancis menunjukkan bahwa tak ada manfaaat berarti dari pemakaian bra, payudara wanita justru akan lebih sehat tanpa pemakaian bra yang berperan sebagai penyangga, seperti dilansir BPost Online dari Tribunnews.

Rouillon melakukan penelitian selama 15 tahun pada 330 wanita sebelum akhirnya sampai pada kesimpulan, bahwa bra bisa berbahaya bagi kesehatan payudara, karena bisa membuat payudara lebih gampang kendur, dan bahkan meningkatkan risiko nyeri punggung.

“Dari segi medis, fisiologis, dan anatomi, payudara tidak mendapatkan manfaat apapun dari “penahanan” gravitasi,” ungkap Rouillon.

Ilustrasi
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK)

Dalam penelitian ini, Rouillon juga menemukan adanya kenaikan puting sekitar 7 mm pada wanita yang rutin tidak memakai bra.

Sebagian wanita yang menjadi partisipan dalam eksperimen ini menyatakan, bahwa tidak memakai bra mengurangi rasa sakit pada punggung.

Namun, Rouillon mengaku takkan menyarankan para wanita untuk meninggalkan kebiasaan memakai bra yang sudah turun-temurun.

Ilustrasi
Ilustrasi (ABC)

Hanya saja, sebaiknya para wanita perlu memerhatikan dengan detil saat memilih bahan dan ukuran bra.

Bisa dibilang, memilih bra yang tepat bukanlah hal mudah.

Tak jarang ukuran lingkar dada sesuai, tapi ukuran cup terlalu besar.

Intinya, hindari membeli bra selama Anda belum menemukan yang paling nyaman.

Bra yang tidak tepat ukuran akan menyebabkan iritasi, terhalangnya sirkulasi darah, hingga dapat menambah beban kerja.

Penulis: Rahmadhani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved