Metro Banjar edisi cetak

Obat Hati: Akankah Alquran sebagai ‘Seruling’?

Menarik dicermati penilaian Muhammad Aly al-Shabuny dalam al-Tibyan fi Ulum Alquran (1390 H:60),

Obat Hati: Akankah Alquran sebagai ‘Seruling’?

Oleh: Drs Mahfudz Shiddieq MA

Menarik dicermati penilaian Muhammad Aly al-Shabuny dalam al-Tibyan fi Ulum Alquran (1390 H:60), “Sungguh disayangkan bahwa (jika) kaum muslimin cukup melafalkan Alquran berulang-ulang dengan irama dan lagu pada acara tradisi di pekuburan dan pada acara resmi.

Namun, kesan yang diperoleh dari Alquran tidak sedikitpun membekas, kecuali sekadar irama lagu yang enak pada pendengaran dan keberatan membaca ayat-ayat.

Inilah yang dimaksud dengan Sabda Rasulullah SAW, “Mereka menjadikan Alquran sebagai ‘seruling’.

Orang Islam lupa atau lalai bahwa keberkahan Alquran terletak pada penghayatan dan pemahaman terhadap kitab tersebut atau pada mengikuti petunjuk dan mengambil manfaat dari ajaran-ajarannya serta pengarahannya; kemudian berpijak pada seluruh perintah dan yang dikehendaki olehnya agar menjauhi semua yang dibenci atau larangannya.

Dengan gaya simbolik, Al Shabuny kemudian menulis, “Kaum muslimin sekarang bagai orang yang mati kehausan padahal air ada di sampingnya; atau seperti hewan yang mati karena kelaparan dan kehausan padahal persediaan makanan dan air tersimpan di punggungnya.”

Memang betul membaca Alquran secara tartiel, berirama dan dengan suara merdu, sangat dianjurkan. Pentradisiannya juga bagus. Banyak hikmah dan ganjaran dari Amaliah ini. Pada hari kiamat nanti bacaan Alquran akan datang sebagai penolong bagi pembacanya (HR Muslim).

Pemahaman dan pengamalan kitab suci Alquran melalui proses pendidikan dan pembelajaran serta internalisasinya lebih penting dari sekadar membaca yang tanpa kesan. Kalau tidak, kita bisa-bisa terjebak pada pemosisian Alquran sebagai ‘seruling’ semata, bukan sebagai hudan dan furqan.

“Kalau Alquran dibacakan, maka dengarkan (dengan sungguh-sungguh) dan diam sambil memperhatikan, semoga kalian mendapat rahmat.” Demikian firman Allah dalam surah Al A’raf/7.204. Mendengarkan dan memerhatikan bacaan Alquran sambil berdiam diri, baik di dalam maupun di luar salat, wajib hukumnya. Kalau Alquran dibacakan maka para pendengar yang mukmin akan bertambah mekar keimanannya ( Al Anfal/8.2).

Rasul SAW pernah mengingatkan akan terjadi bahwa Islam hanya akan tinggal nama dan Alquran hanya tinggal tulisan (Al Baihaqi).

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved