Liga Indonesia

Wow! Kiper Persela Lamongan Choirul Huda Sejajar Paulo Maldini dan Charles Puyol, Ini Buktinya

Bisa dibilang, Choirul Huda merupakan legenda yang bisa disejajarkan dengan legenda sepakbola dunia macam Francesco Totti

Penulis: Rahmadhani | Editor: Didik Triomarsidi
Twitter
Duka untuk kiper Persela Lamongan Choirul Huda 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kiper veteran Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia pada Minggu (15/10) sore setelah tidak sadarkan diri usai bertabrakan dengan rekan setimnya saat menghadapi Semen Padang pada lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan.

Choirul Huda bertabrakan dengan rekan setimnya Persela Lamongan Ramon Rodrigues saat laga memasuki menit ke-45.

Huda akhirnya meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit.

Baca: Kiper Persela Lamongan Choirul Huda Meninggal, Ini Video Detik-detik Penyebab Kematiannya

Baca: Kiper Persela Lamongan Meninggal Dunia, Ucapan Duka Choirul Huda Trending Topik Twitter

Baca: Barito Putera vs Bhayangkara FC, Kick Off! Heningkan Cipta Sebelum Laga untuk Kiper Persela

Bisa dibilang, Choirul Huda merupakan legenda yang bisa disejajarkan dengan legenda sepakbola dunia macam Francesco Totti, Charles Puyol, Paulo Maldini dan beberapa pemain lainnya yang tak pernah pindah klub.

Ya, Choirul Huda selama karirnya tak pernah pindah dari Persela Lamongan, sama seperti legenda sepakbola di atas.

Pria asli Lamongan kelahiran tahun 1979 itu sudah membela Persela sejak masih berkutat di Divisi II sampai akhirnya promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional yakni Divisi Utama musim 2004 seperti dikutip BPost Online dari Tribunnews.

Choirul Huda jadi bagian sejarah klub berjulukan Laskar Joko Tingkir itu naik ke Divisi Utama Liga Indonesia 2004 setelah melewati babak play-off di musim 2003.

Sejak promosi ke Divisi Utama, Persela terus berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Dengan diperkuat Choirul Huda, Persela juga ikut berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) yang jadi kasta tertinggi sepak bola nasional sejak musim 2008.
Persela dan Choirul Huda seolah menjadi dua hal yang tak dipisahkan.

Bahkan dia harus meregang nyawanya saat mencoba mempertahankan gawangnya dari kebobolan, hingga akhirnya berbenturan dengan rekannya, Ramon Rodrigues saat menjaga penetrasi penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento.

Di zaman modern ini tak banyak pesepakbola yang setia pada satu klub terutama saat mendapat ditawarkan dengan uang melimpah dari klub yang meminatinya. Banyak pemain sepakbola yang memutuskan untuk pergi berkelana dari satu klub ke klub lainnya dengan alasan tersebut.

Selamat jalan legenda, Choirul Huda, terima kasih atas kiprahmu di sepak bola nasional.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved