Breaking News:

Kalsel Banjir Mainan Non SNI

Mengejutkan, Petugas Disperindag Temukan 30-40 Persen Mainan di Dua Toko Ini Tak Ber-SNI

Sebagai penjual, dia mengaku produsen telah mengatakan bahwa barang yang mereka jual memiliki SNI.

Editor: Elpianur Achmad
Harian Banjarmasin Post Edisi Selasa (24/10/2017) Halaman 1 

Dijelaskan dia, mainan tidak berlabel SNI memiliki dampak bagi anak-anak. Menurut dia harus diperhatikan keamanan, keselamatan serta lingkungan hidup dari mainan itu. Apalagi ketika ada mainan anak bersifat elektronik.

Dikhawatirkan, apabila tiba-tiba salah penggunaan malah akan meledak. Selain itu, kata Royani, “ketika mainan tak berlabel SNI ada kemungkinan bahannya mengandung plastik bekas, dan itu berbahaya untuk anak, karena seringkali anak memasukan mainan ke mulut.”

Baca: Mengaku Sering Dianiaya Sang Ibu, Pelajar SMP Tiba-tiba Ditemukan Tewas Penuh Luka Memar

Dari penemuan itu, saat ini pihaknya hanya pembinaan sehingga pelaku usaha hanya diberikan teguran. ia.

“Kalau sanksi bukan wewenang kami. Kami sifatnya pembinaan saja. Lalu pengawasan khusus. Namun dalam pengawasan khusus nanti mungkin akan ada tindakan tegas,” tandasnya.

Hasby Mahbara, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan menilai dari pemeriksaan pihaknya, barang-barang di toko Sujanto masih banyak mainan tidak berlabel SNI dan tidak menggunakan label bahasa Indonesia.

Kata Hasbi, pengawasan bertujuan sesuai Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 mengenai perlindungan konsumen. Dimana kewajiban YLK untuk pengawasan dan pembinaan. (ell/ogi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved