Berita Kotabaru

Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Jamiyem, Korban Diduga Tewas Dibunuh

Jamiyem diduga kuat menjadi korban pembunuhan, karena hasil otopsi ditemukan tanda-tanda kekerasan di tengkorak kepala bagian belakang.

Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Jamiyem, Korban Diduga Tewas Dibunuh
Ist
Keluarga dan warga saat membawa jenazah Jamiyem (51) untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Pantaibaru, Kecamatan Pulaulaut Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Masih ingat temuan sesosok mayat perempuan di sebuah kebun di Jalan Trans, RT 03, Desa Pantaibaru, Kecamatan Pulaulaut Tengah Kotabaru beberapa hari lalu.

Kematian korban diketahui bernama Jamiyem (51) warga setempat, akhirnya terungkap setelah ada hasil otopsi dilakukan pihak Kepolisian Resort (Polres) Kotabaru.

Jamiyem diduga kuat menjadi korban pembunuhan, karena hasil otopsi ditemukan tanda-tanda kekerasan di tengkorak kepala bagian belakang.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan SIK membenarkan, adanya dugaan kekerasan terhadap korban.

Baca: Heboh Video Mesum, Beredar Curhatan Sahabat Hanna, 1 Minggu Tak Bisa Dihubungi dan Cemas Bunuh Diri

Menurut Suria, dugaan kekerasan sehingga mengakibatkan korban tewas karena akibat luka di tengkorak bagian belakang tembus ke tulang diduga karena benda tajam.

"Iya. Kamk masih melakukan penyelidikan," ujar Suria melalui telepon genggamnya, Jumat (27/10/2017).

Sebelumnya diberitakan, Jamiyem ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena sebagian tubuhnya sudah menjadi tengkorak oleh seorang warga desa setempat, Basuki.

Berawal ketika Basuki mencium bau busuk yang kemudian bersama rekannya Susilo, Basuki lalu mencari sumber bau busuk menyengat yang ternyata berasal dari mayat korban.

Sementara informasi kepolisian, seminggu sebelum ditemukan menjadi mayat, korban sempat berpamitan dengan suaminya untuk ke rumah Upi mengambil upah hasil pekerjaannya sebagai buruh.

Baca: Memalukan! Ini Dia Atlet Malaysia yang Harus Kembalikan Medali Emas SEA Games Gara-gara Doping

Semenjak itu korban tidak pulang lagi ke rumah. Anak korban mencari keberadaan Jamiyem, namun tidak menemukan.

Anak korban sempat bertemu dengan istri Upi, dan istri Upi juga menanyakan ibunya (Jamiyem) karena tidak mengambil upah buruh.

Terpisah, Kanit Reskrimum Polres Kotabaru Iptu H Gatot EW, Jumat (27/10/2017) mengatakan, hari ini mayat Jamiyem telah dimakamkan keluarga di desanya.

"Baru saja selesai pemakamannya," kata Gatot. (*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved