Pilkada Jabar

Usung Ridwan Kamil Bukan Dedi Mulyadi, Golkar Dinilai Khianati Sistem Pengkaderan Sendiri

Keputusan elit Partai Golkar secara mendadak mengusung Ridwan Kamil menimbulkan pro dan kontra di internal partai.

Kompas.com
Ridwan Kamil 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDUNG -  Keputusan elit Partai Golkar secara  mendadak mengusung Ridwan Kamil bukannya Dedi Mulyadi merupakan kader Golkar menimbulkan pro dan kontra di internal partai.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin mengatakan, DPP Partai Golkar sudah mengkhianati sistem perkaderan yang tengah mereka bangun sendiri dengan tidak mengusung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi pada pemilihan Gubernur Jawa Barat, Juni 2018 mendatang.

Menurut dia, telah terjadi pergeseran pengambilan keputusan di internal elite partai berlambang pohon beringin tersebut dari sistem perkaderan sebagai dasar ke dalam gaya pragmatis.

“Ada perubahan pengambilan kebijakan politik. Dulu, Golkar selalu prioritaskan kader sendiri. Salah satunya Yance, elektabilitasnya di Pilgub Jabar 2013 jauh dari menjanjikan. Karena elite Golkar dulu itu tidak tersandera kepentingan. Maka Yance dicalonkan oleh Golkar, sekarang keadaannya berbeda,” jelas Direktur Indonesia Political Review tersebut saat dihubungi, Jumat (27/10/2017).

Baca: Resmi Diusung Golkar di Pilgub Jabar, PDI-P Tutup Pintu bagi Ridwan Kamil

Baca: Usai Ancaman Keluarkan Petisi, Secara Mendadak SBY Temui Presiden Jokowi di Istana, Membahas Apa?

Baca: Golkar Usung Ridwan Kamil,Begini Sikap Pendukung Dedi Mulyadi di Kota Bandung

Baca: Busyet! Pria Ini Ngamar dan Main dengan 3 Wanita Sekaligus, Setelah Itu Ini yang Terjadi

Artinya, kata Ujang, kasus hukum yang tengah mendera Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto sedang dimanfaatkan oleh kekuatan eksternal untuk bermain dalam konstelasi Pilkada Jawa Barat 2018. Terdapat pihak-pihak di luar partai yang tidak menginginkan Dedi Mulyadi maju ke kontestasi lima tahunan tersebut.

“Implikasinya adalah perubahan orientasi dari kader menjadi non kader karena tekanan itu,” katanya menambahkan.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved