Berita Hulu Sungai Utara

Pedagang Pasar Babirik Siap Direlokasi, Bakal Ada Retribusi?

Hamdani menambahkan dengan adanya bangunan baru retribusi masih akan tetap dilaksanakan oleh Kasi Pendapatan.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Murhan
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Pemerintah Daerah Kabupaten HSU mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat untuk membangun los pasar Babirik dengan anggaran Rp 1,2 miliar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pemerintah Daerah Kabupaten HSU mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat untuk membangun los Pasar Babirik dengan anggaran Rp 1,2 miliar. Dan proses pembangunan telah memasuki finishing dan tak lama lagi pedagang dapat menggunakannya.

Selama masa pembangunan sekitar 120 pedagang direlokasi sementara di Terminal Babirik, pasar mingguan yang digelar setiap hari Selasa ini untuk sementara menggunakan tenda yang merupakan inventaris desa dan dibongkar usai pasar selesai. Sehingga warga masih bisa memanfaatkan tenda tersebut untuk keperluan lain.

Biaya bongkar pasang tenda setiap minggu ditanggung oleh pihak kecamatan dan dibantu swadaya para pedagang. Menjelang rampungnya pembangunan pasar maka pihak kecamatan juga telah bersiap untuk menempatkan kembali para pedagang ke pasar Babirik.

Baca: Mbah Mijan Ingin ke Banjarmasin Mengobati Echa Si Putri Tidur, Simak Videonya

Camat Babirik Hamdani mengatakan saat ini telah ada daftar pedagang yang bakal menempati bangunan baru yaitu para pedagang lama di pasar Babirik. "Namun luas los pasar Babirik masih dapat menampung pedagang tambahan di luar daftar, untuk menampung data pedagang baru kami akan melakukan koordinasi terlebih dulu," ungkapnya.

Hamdani menambahkan dengan adanya bangunan baru retribusi masih akan tetap dilaksanakan oleh Kasi Pendapatan. Namun untuk besaran dan penghitungan karcis masih akan dokoordinasikan dengan Dispenda.

Dengan adanya bangunan baru dihatapkan seluruh pedagang bisa berjualan didalam area pasar dan tidak lagi menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan. Pasalnya kemacetan parah setiap hari pasar menjadi keluhan banyak orang. Pasar memang berada di jalan utama menuju Kecamatan Danau Panggang dan Paminggir.

Baca: Klasemen Liga 1 Pekan 32 Usai Barito Putera Imbangi PSM, Juku Eja ke Puncak, Persiba Degradasi

Pasar Babirik sebelumnya adalah pasar dadakan yang tanahnya masih milik masyarakat. Namun karena perkembangan pasar, akhirnya pasar Babirik menjadi pasar kecamatan. Pedagang dan pembeli datang dari berbegai daerah. Untuk memberikan bantuan bangunan, pemerintah sempat terkendala kepemilikan lahan.

Hingga akhirnya tahun lalu pemerintah daerah membeli lahan tersebut dengan anggaran Rp 1 miliar dengan harga jual Rp 495 ribu per meter.

Baca: Barito Putera Vs PSM Makassar, Skor Akhir 2-2, Gavin Kwan Selamatkan Laskar Antasari

Kepala Bidang Perdagangan Diskuperindag Syamsuri Arsyad mengatakan pemerintah daerah telah membeli lahan milik warga yang digunakan untuk pasar dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar. Anggaran yang berasal dari APBD daerah ini digunakan untuk membeli tanah dengan harga Rp 495 ribu permeternya. Harga ini sesuai dengan ketentuan mengingat tim aprisal menarif harga Rp 600 ribu, sehingga harganya harus dibawah dari nilai tersebut.

"Setelah pembangunan selesai, bangunan akan diserahkan ke pihak kecamatan sebagai pengguna," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved