Uang Palsu Canggih Pecahan 100 Dolar AS Marak Beredar di Jepang, Diduga Buatan Korea Utara
"Uang palsu 100 dolar baru sangat canggih sangat sulit ditemukan. Hanya mesin khusus Jepang yang
BANJARMASINPOST.CO.ID, TOKYO - Uang palsu 100 dolar AS yang baru semakin banyak beredar di Tokyo karena semakin banyak turis asing masuk ke Jepang. Uang palsu ini dibuat oleh Korea Utara (Korut).
"Semakin canggih pemalsuan uang 100 dolar AS yang baru dan semakin banyak beredar akhir-akhir ini di Tokyo seiring dengan semakin banyak turis asing masuk ke jepang," ungkap Tomohiko Endo, Direktur Institut Penelitian Pemalsuan Mata uang Jepang, Sabtu (28/10/2017).
Hal ini dibenarkan sumber Tribunnews.com di kepolisian Jepang.
"Uang palsu 100 dolar baru sangat canggih sangat sulit ditemukan. Hanya mesin khusus Jepang yang bisa mengetahui uang tersebut asli atau tidak dan banyak beredar di toko emas Jepang hasil pembayaran orang asing," kata sumber itu.
Para penjual barang berharga seperti emas berlian di Shinjuku-ku dan Taito-ku dalam dua minggu ini melaporkan menemukan empat lembar uang dolar AS yang baru dan palsu.
Pembeli barang berharga tersebut adalah orang asing terlihat dari CCTV yang ada di toko-toko tersebut.
Peringatan terhadap uang palsu ini sedikitnya telah dilakukan Jepang sejak tiga tahun lalu oleh seorang ahlinya yang juga penemu alat pendeteksi uang palsu khusus kepada Tribunnews.com.
"Akan semakin banyak uang palsu beredar di Jepang dalam waktu dekat karena memang Jepang akan dibanjiri turis dan juga Olimpiade 2020 mendatang," kata Yoshihide Matsumura, CEO Matsumura Engineering Co.Ltd khusus kepada Tribunnews.com.
Menurutnya, uang palsu tersebut dengan teknik pemalsuan tinggi sangat canggih pemalsuannya dan dilakukan di Korea Utara (Korut).
Perbedaan uang palsu dan aslinya sangat tipis sekali sulit dilihat dengan mata biasa dan bahkan juga dengan sinar ultra violet pun kadang masih sulit membedakannya.
"Sudah sangat canggih pemalsuannya," kata dia.
Uang dolar AS yang baru dan palsu banyak pula beredar di negara-negara Asia lainnya.
Lalu turis Asia tersebut ke Jepang dan menggunakan membeli barang-barang mahal di Jepang.
"Benar sekali, uang palsu tersebut dibelanjakan banyak oleh orang Asia sebagai turis ke berbagai toko berharga di Jepang sini," kata sumber Tribunnews.com di kepolisian Jepang. (TRIBUNNEWS.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/yoshihide-matsumura-ceo-matsumura-engineering-coltd_20171029_084514.jpg)