Mengenang GM Ardiansyah

Kisah Pilu Grand Master Ardiansyah, Ini Kalimat Motivasi GM Ardiansyah yang Bikin Norasya Semangat

Satu pecatur putri Kalsel, Norasya Verdiana merasa sedih dan turut berbela sungkawa atas kepergian pahlawan olahraga tersebut.

Kisah Pilu Grand Master Ardiansyah, Ini Kalimat Motivasi GM Ardiansyah yang Bikin Norasya Semangat
Istimewa
Norasya Verdiana saat bermain catur bersama Grand Master Ardiansyah, di ajang catur Rektor ULM Cup 2016. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Duka yang mendalam menyelimuti wajah olahraga Indonedia, khususnya Kalimantan Selatan. Grand Master Catur Indonesia Ardiansyah, kini telah berpulang untuk selamanya, pada Sabtu (28/10/2017) di kediamannya di rumah susun Klender, Jakarta Timur.

Satu pecatur putri Kalsel, Norasya Verdiana merasa sedih dan turut berbela sungkawa atas kepergian pahlawan olahraga tersebut.

Vera sapaan akrab Norasya Verdiana, mengenal baik sosok almarhum. Ia juga acapkali mendapat suntikan motivasi dari sang Grand Master.

"Dulu waktu saya masih awal-awal bermain catur, beliau berpesan, kata beliau, kita ini orang Banjar, orang Kalsel, org kampung, harus semangat latihan supaya bisa bersaing, bisa juara dan berprestasi," paparnya.

Baca: Miris, Kisah Pilu Grand Master Ardiansyah Habiskan Umur di Rumah Susun Minim Perhatian Pemerintah

Ditambahkan pecatur peraih tiga medali emas Porprov 2017 ini, Ardiansyah juga memberikan semangat kepadanya, yakni selagi muda, masih banyak kesempatan memajukan percaturan kalsel. Atlet Kalsel harus bisa begaung dan bersaing di tingkat nasional.

Atlet kelahiran Banjarmasin, 4 September 1987 ini, mengungkapkan pertemuan terakhirnya dengan sang Grand Master berlangsung pada ajang catur Rektor Cup 2016 lalu.

Vera pun memanjatkan doa, sang panutan diterima amal ibadahnya dan para penerus catur Kalsel yang masih hidup dapat terus mengukir prestasi baik hingga di kancah nasional maupun internasional.

Baca: Kisah Pilu Grand Master Ardiansyah, Semasa Hidup Lebih Banyak di Depan Papan Catur

Sebagaimana diketahui, Ardiansyah mengidap kanker hati, dan meninggal dunia pada usia 67 tahun. Ardiansyah memperoleh gelar Grand Master Catur saat berlaga di Olimpiade Catur di Lucerne, Swiss, 1982. (Mariana)

Ket Foto: Norasya Verdiana saat bermain catur bersama Grand Master Ardiansyah, di ajang catur Rektor ULM Cup 2016. Istimewa/Norasya Verdiana.

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved