Berita Kotabaru

Waduh! BBM di Rampa Pulau Sebuku Sulit Didapat, Lihat Nasib Nelayannya

Sebagian besar dari ratusan nelayan tradisional di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru,

Waduh! BBM di Rampa Pulau Sebuku Sulit Didapat, Lihat Nasib Nelayannya
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Nelayan Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku memilih istirahat melaut karena kesulitan mendapat BBM lantaran pangkalan di wilayah mereka kosong. Foto dirilis Sabtu (4/11/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sebagian besar dari ratusan nelayan tradisional di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, tidak bisa melaut.

Sudah sepekan mereka mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Penyebab kesulitan ratusan nelayan mendapatkan BBM, karena pangkalan yang biasa menyediakan BBM sedang kosong lantaran terhentinya suplai BBM dari Kotabaru.

Nelayan tidak mengetahui pasti penyebab kekosongan BBM di pangkalan yang menyediakan BBM dengan harga Rp 6.000 perliter.

Agar bisa melaut untuk memenuhi tuntutan hidup, hanya sebagian kecil nelayan tetap melaut.

Meski penghasilan mereka dapat jauh dari biaya operasional yang dikeluarkan.

"Harga dieceran Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per liter," kata Ketua Nelayan Desa Rampa, Amat Kaluku, Sabtu (4/11/2017).

Dia melanjutkan, "Itupun kalau ada. Nelayan yang memilih istirahat karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan operasional."

Menurut Amat, melambungnya harga BBM yang tersedia dieceran selain faktor kosongnya BBM jenis solar di pangkalan.

Namun suplai BBM dari pelangsir ke pengecer di wilayah mereka berkurang dalam sepekan ini.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved