Berita HST

MUI HST Tegaskan, Imunisasi Boleh Asal Bahan Vaksinnya Halal

Meski demikian, imunisasi dibolehkan hanya yang menggunakan bahan vaksin halal dan suci (bukan najis).

MUI HST Tegaskan, Imunisasi Boleh Asal Bahan Vaksinnya Halal
banjarmasinpost.co.id/hanani
Sosialisasi fatwa MUI terkait imunisasi haji oleh MUI HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menegaskan, program Imunisasi terhadap anak yang dilaksanakan pemerintah dibolehkan (mubah), sebagai wujud ikhtiar dalam rangka untuk kekebalan tubuh (imunitas) dan pencegahan penyakit tertentu yang bisa menjadi wabah.

Meski demikian, imunisasi  dibolehkan hanya yang menggunakan bahan vaksin halal dan suci (bukan najis). 

“Jika bahan vaksinnya haram, ataupun mengandung sesuatu yang sifatnya najis, tentu saja haram hukumnya digunakan,” kata Komisi Fatwa MUI HST, Ustadz Khairudin, pada press rilis Humas Pemkab HST yang diterima BPost Online Senin (6/11/2017).

Dijelaskan, fatwa terkait imunisasi tersebut disampaikan MUI HST, menjawab hukum imunisasi yang selama ini menjadi perdebatan di masyarakat, sehingga menimbulkan kebingunan di kalangan  umat Islam di Bumi Murakata.

Baca: Oknum Guru Tinju Siswa Bertubi-Tubi, Korban Pingsan dan Dilarikan ke Puskesmas, Begini Kondisinya

Baca: Terungkap, Oknum Guru Tinju Murid Berkali-Kali Ternyata Menahan Emosi Selama Dua Hari

Dijelaskan, fatwa tersebut  disosialisasikan di Gedung Juang HST, pekan lalu dihadiri tokoh masyarakat, serta pihak terkait.

Disebutkan,  imunisasi dengan vaksin yang haram dan atau najis tidak dibolehkan kecuali digunakan pada kondisi darurat. 

Dia mencontohkan, kondisi darurat dimaksud, misalnya belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci. Juga ada keterangan tenaga medis yang kompeten dan terpercaya, bahwa tidak ada vaksin yang halal.

"Sementara pada situasi tadi, jika seseorang  tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli berkompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved