Kriminalitas Banjarmasin
Penambangan Emas Makin Mengkhawatirkan, Polda Bentuk Tim Ini
Namun semester kedua masih belum dilakukan sampel lagi. Yang jelas, kami sangat setuju penerapan zero merkuri karena memang membahayakan
BANJARMASINPOST.CO.ID - DI kawasan, Riam Kanan, Desa Aranio, Kabupaten Banjar, air waduk memang keruh yang ditengara akibat penambangan emas. Namun, Masli, Manager Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan menilai kondisi keruh belum bisa dikatakan akibat merkuri.
Disebutkan bahan merkuri baru bisa diketahui setelah dari hasil sampel air.
“Memang semester pertama, ada kandungan merkuri, meski kualitasnya rendah di bawah nol koma.
Namun semester kedua masih belum dilakukan sampel lagi. Yang jelas, kami sangat setuju penerapan zero merkuri karena memang membahayakan,” ujar Masli.
Soal kondisi air waduk yang bau, sebut dia, juga belum tentu dari merkuri,sebab setelah ditelusuri kendala bau itu tepatnya berasal dari keramba ikan milik warga.
“Kalau ada bau, kemungkinan dari keramba warga,” pungkasnya.
Sementara itu belum lama tadi, Polda Kalsel, sudah menggelar rapat dan pembahasan secara khusus terkait pembentukan tim untuk zero mercuri.
Dari rapat yang digelar Jumat (3/11) itu dibentuk Satgas Daerah Penghapusan Merkuri Polda Kalsel. Rapat dipimpin langusng Karo Ops Polda Kalsel selaku Kasatgasda, Direskrimsus, Dir Intelkam, dan diikuti seluruh KBO, Kasat Intel, Kasatbinmas dan dinas ESDM Prov Kalsel.
Mau baca berita Banjarmasin Post dan Metro Banjar? klik DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/longsor-tambang-emas_20170209_184719.jpg)