Berita HST

Warga Adat Meratus Pilih Haris Jadi Kepala Adat Dayak Meratus BAT

Masyarakat adat Dayak Meratus di Kecamatan Batangalai Timur (BAT), HST melaksakan pemilihan kepala adat.

Warga Adat Meratus Pilih Haris Jadi Kepala Adat Dayak Meratus BAT
banjarmasinpost.co.id/hanani
Misran Kepala Adat Batang Alai Timur 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Masyarakat adat Dayak Meratus di Kecamatan Batangalai Timur (BAT), Kabupaten Hulu Sungai Tengah melaksakan pemilihan kepala adat.

Pemilihan yang diselenggarakan Aiansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) cabang HST tersebut berhasil memilih pemimpin baru mereka, yaitu Misran.

Misran menggantikan kepala adat sebelumnya, Cangadak.

Ketua AMAN HST, Robby Putra, kepada BPost Online, Senin (6/11/2017) menjelaskan, pemilihan dilakukan di Aula Kecamatan Batangalai Timur, dilaksanakan Sabtu lalu,  dihadiri Camat BAT dan Cabat Batangalai Selatan, Kapolsek, Danramil,Babinsa, Pambakal se-Kecamatan BAT, Demang se-HST erta perwakilah 28 balai adat sebagai pemilih.

Ada lima orang yang dicalonkanmenjadi kepala Adat Dayak Meratus BAT, yaitu Cangadak, Rajudin,Iju, Haris dan Jamidi.

“Setelah dilakukan votting tertutup, akhirnya Harislah yang dipilih masyarakat adat untuk memimpin warga di lingkungan balai adat Kecamatan BAT untuk periode 2017-2022. Pemilihannya berlangsung lancar dan demokratis,” jelas Robby. 

Baca: MUI HST Tegaskan, Imunisasi Boleh Asal Bahan Vaksinnya Halal

Disebutkan, kesadaran masyarakat adat untuk berorganisasi dan terlibat proses demokrasi, kini mulai tumbuh.

Mereka, kata Robby mulai sadar, untuk menyampaikan aspirasi yang mengakomodasi kepentingan warga adat memerlukan wadah atau organisasi. Kepala Adat diharapkan bekerjasama dengan Aman maupun organisasi lainnya, turunmengambil peran dalam menyuarakan kepentingan masyarakat Adat.

Baca: Berghibah, Membully hingga Sebarkan Hoax di Medsos Haram, Inilah Alasan MUI HST

Selain itu, kepala adat juga  memfasilitasi penyelesaian peselisihan yang menyangkut hukumadat dan kebiasaan masyarakat adat. JUga memberdayakan melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat atau kebiasaan yang positif dalam rangka memperkaya budaya daerah dalam penyelenggaraan pemerintah, pembinaan kemasyarakatan serta pelaksanaan pembangunan.

Seorang kepala adat juga harus menciptakan suasana yang menjamin terpeliharaya kebhinekaan dalam rangka perdatuan dan kesatuan. “Sebagai mitra kepala adat, AMAN, DAD, Demang dan Ormada akan berkerjasama memajukan warga adat. Juga disepakati organisasi adat akan selalu berkomunikasi dengan tokoh adat di Kecamatan BAT, BAS dan Hantakan. Dengan penguatan kelembagaan adat, masyarakat adat jadi lebih mudah diakomodasi aspirasinya,”jelas Robby. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved