Kriminalitas Banjarbaru

Warung Tuak Kembali Digerebek Satpol PP Banjarbaru, Ini Jumlah Barang Bukti yang Disita

Di Banjarbaru tuak dibuat biasanya dengan campuran kayu laru, minuman energi, minuman bersoda dan bahan racikan lainnya.

Warung Tuak Kembali Digerebek Satpol PP Banjarbaru, Ini Jumlah Barang Bukti yang Disita
Banjarmasinpost.co.id/Nia Kurniawan
Petugas membawa barang bukti berupa tuak , penertiban warung tuak di Banjarbaru gencar dilakukan oleh aparat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Giat selalu dilakukan petugas namun selalu saja ada warung tuak berkedok warung nasi beroperasi di Banjarbaru. Bila biasanya ditemukan di kawasan Trikora dan Guntung Manggis, kali ini warung tuak digerebek di Jalan Karanganyar 1.

Satpol PP Banjarbaru melalui tim Panda dan Elang, Rabu (8/11) malam tadi menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya penjualan dan penyimpanan tuak di Jalan Karanganyar 1.

"Petugas sita barangbukti tuak sebanyak 33 liter," ucap Plt Kasatpol PP Banjarbaru Marhain Rahman, Kamis (9/11/2017).

Baca: LIVE STREAMING Persis Solo Vs Martapura FC, Babak Kedua Dimulai, Bisa Nonton di Sini!

Tuak sebanyak itu disita dari pemilik warung bernama oskar (55). Sehari-hari, selain jualan tuak dia juga jual bensin dan makanan.

Dari pengakuan dia, sudah sejak setahun terakhir ini dia jualan tuak. Harganya murah meriah, harga satu kantong plastik Rp 10 ribu saja dan bila dicampur minuman energi harganya jadi Rp 11 ribu.

Masih menurut dia, untuk tuak dikirimi orang lain jadinya dia hanya menjualkan saja. Penjualan tuak biasanya marak di Guntung Manggis. Pada Agustus tadi di Jalan Karangrejo, Guntung Manggis penjual tuak digerebek.

Penjual tuak dikenakan sanksi karena melanggar pasal 2 ayat 2 perda no.5 tahun 2006 tentang larangan minuman beralkohol ancaman pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Baca: Putri Patricia Datang Sendiri di Pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution, Dia Malah Digoda Begini

Menyoal masih adanya temuan warga yang menjual tuak, Marhain menegaskan akan terus melakukan penertiban. "Di mana ada informasi masyarakat terus kita tindak . Banjarbaru Kota majemuk, permasalahan sosial selalu ada. Yang jelas di Banjarbaru dilarang minuman seperti tuak, disini ada aturannya, " kata dia.

Di Banjarbaru tuak dibuat biasanya dengan campuran kayu laru, minuman energi, minuman bersoda dan bahan racikan lainnya.

Terpisah, Liling Triyasmono, Ketua Prodi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengatakan, pada dasarnya tuak adalah minuman tradisional yang dihasilkan dari fermentasi.

"Tentunya hasil fermentasi ini pasti akan dihasilkan senyawa alkohol. Senyawa alkohol yang dihasilkan akan memiliki kadar yang berbeda-beda mulai dari 4 persen bahkan bisa sampai 40 persen. Apabila berkaitan dengan bahaya yang ditimbulkan tentunya senyawa alkohol bersifat toksik, dengan mekanisme akan menekan sistem saraf pusat secara tidak teratur tergantung dari jumlah yang dicerna, secara akut akan menimbulkan udem pada otak serta udem pada saluran gastrointestinal," bebernya.

Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved