Berita Kotabaru

Hujan Disertai Petir, Ini Imbauan untuk Warga Kotabaru

Beberapa bulan menghadapi musim kemarau, kini wilayah Kabupaten Kotabaru mulai memasuki musim penghujan.

Hujan Disertai Petir, Ini Imbauan untuk Warga Kotabaru
BMKG
Potensi sebaran hujan di perairan Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Beberapa bulan menghadapi musim kemarau, kini wilayah Kabupaten Kotabaru mulai memasuki musim penghujan. Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Gusti Syamsir Alam, Stagen Kotabaru.

Menyusul perkembangan cuaca sekarang memasuki masa transisi dari kamarau ke hujan yang perlu diwaspadai karena hujan tidak hanya disertai petir, tapi juga berpotensi puting beliung.

Terlebih masyarakat tinggal di bagian wilayah pesisir yang rentan terhadap puting beliung. Tidak kecuali nelayan dimbau untuk terus waspada, karena hujan dan petir juga berpotensi mengakibatkan gelombang besar di perairan.

Kepala Stasiun Klimatologi Gusti Syamsir Alam, Stagen Cucu Kusmayancu mengakui saat ini termasuk transisi musim kemarau ke hujan.

Baca: PDAM Kotabaru Programkan Ganti Meter Air, Gratis!

Oleh karena itu, Cucu mengimbau masyarakat Kotabaru selalu waspada terutama saat hujan disertai petir dan angin kencang, berpotensi puting beliung.

"Puting beliung dapat tejadi dimana dan kapan pun. Perlu diwaspadai bila hujan disertai petir, karena angin kencang sumbernya sama yakni awan Cumulunimbus," pesan Cucu, Jumat (10/11/2017).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, Arosman mengatakan, memasuki musim penghujan pihaknya sudah mempersiapkan langkah antisipasi.

Antara lain melalukan sosialisasi ke beberapa wilayah kecamatan yang rawan terjadi banjir, banjir tanah longsor dan puting beliung yang rawan terjadi di wilayah pesisir.

Menurut Arosman, sosialisasi disampaikan ke apartur kecamatan. Selain meminta pihak kecamatan menyampaikam ketika terjadi bencana, tapi diharapak pula pihal kecamatan membentuk satgas atau tenaga relawan.

Arosman beralasan karena wilayah Kotabaru yang cukup luas seperempat dari wilayah Kalsel, menyulitkan mereka untuk bergerak cepat ketika ada terjadi bencana.

Baca: Seluruh Kota di Kalsel Masih Berpotensi Hujan, 4 Wilayah Mendapat Peringatan Dini

"Jadi kalau ada bencana kami datang tinggal membawa bantuan," jelasnya.

Diakui beberapa kecamatan antara lain daerah Kelumpang Hulu, Sampanahan, Hampang dan beberapa kecamatan yang rawan terjadi bencana. Namun, kata dia, bencana banjir misalnya hanya terjadi secara insidentil.

"Untungnya karena daera kita ini di kelilingi laut. Jadi saat banjir, ketika hujan teduh airnya langsung turun ke laut," tandasnya.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved