Berita Banjarbaru

Nagabonar Rayakan Hari Pahlawan di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru

Sebuah ungkapan terkenal menyatakan bahwa, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya.

Nagabonar Rayakan Hari Pahlawan di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/salmah
Nagabonar melayani tamu di Grand Daffam Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah ungkapan terkenal menyatakan bahwa, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya.

Dan bangsa tanpa pahlawan sama artinya bangsa yang tak memiliki sebuah kebanggaan. Jika sebuah bangsa tidak memiliki tokoh yang bisa dibanggakan, maka bangsa itu adalah bangsa yang tak memiliki harga diri.

Mengapa tanggal 10 November dipilih sebagai Hari Pahlawan? Karena pada saat itu para pejuang kemerdekaan bertempur dengan gagah berani bermodal bambu runcing melawan tentara Inggris di Surabaya.

Kita masih ingat tokoh terkenal pada saat itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siaran radio.

Baca: Pemain Naturalisasi Ini Ucapkan Selamat Hari Pahlawan, Warganet Berharap Ini

Latar belakang terjadinya peperangan ini adalah karena adanya insiden hotel Yamato Surabaya. Ketika itu orang-orang Belanda di bawah pimpinan Mr Ploegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru yaitu bendera Belanda di atas hotel tersebut.

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Sama halnya Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru yang kali ini memperingatinya dengan memberikan makanan khas zaman pertempuran dulu, yaitu singkong rebus dan kacang rebus kepada setiap tamu yang sedang sarapan pagi.

Kegiatan tersebut dilakukan perwakilan staf masing-masing departemen lengkap dengan pakaian ala pejuang.

Naga Bonar di Grand Daffam Banjarbaru
Nagabonar di Grand Daffam Banjarbaru (banjarmasinpost.co.id/salmah)

Wafiq, staf restoran yang mengenakan pakaian pejuang ala Nagabonar, mengaku bangga dan bersemangat mengenakan seragam tersebut dan banyak respon positif dari tamu yang ikut merasakan suasana perjuangan di waktu sarapan pagi.

Baca: Ternyata Dinonaktifkan Bukan Dipecat PSSI, Demikian Status Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri

Baca: Setelah Dinonaktifkan dari Pelatih Timnas U-19, PSSI Kirim Indra Sjafri ke Negara Ini

Muh Roy Amazon, GM Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, menyatakan, suasana restoran juga didekorasi persis seperti zaman perjuangan, lengkap dengan pemutaran lagu kebangsaan.

Membuat lebih hikmat lagi adalah tepat pada pukul 8 pagi diputar pidato Bung Tomo yang membakar semangat juang rakyat Indonesia.

"Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya. Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman dan berkontribusi terhadap perkembangan bangsa Indonesia," ujarnya.(*)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved