Kriminalitas Regional

Badan Pesawat Robek Akibat Dihadang Motor Gerobak, Penerbangan Pun Penuh Ketegangan

Untuk mengantisipasi dampak keributan, pihak keamanan meminta kru pesawat untuk segera menyelesaikan boarding dan kembali ke Nabire.

Badan Pesawat Robek Akibat Dihadang Motor Gerobak, Penerbangan Pun Penuh Ketegangan
Istimewa
Pesawat perintis Dimonim Air rute Nabire-Faowi-Nabire saat dievakuasi dari landasan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAYAPURA - Maskapai Penerbangan Dimonim Air PK-HVM menyebutkan bahwa pesawat perintis Dimonim Air rute Nabire-Faowi-Nabire, saat mendarat di bandara Fawi, Kecamatan Fawi, Kabupaten Puncak Jaya, yang hendak terbang menuju Kabupaten Nabire, Papua, Rabu (8/11/2017), dalam kondisi normal atau tidak ada masalah.

Namun, saat boarding kembali ke Nabire, ada keributan yang terjadi. Untuk mengantisipasi dampak keributan, pihak keamanan meminta kru pesawat untuk segera menyelesaikan boarding dan kembali ke Nabire.

“Setelah proses boarding selesai, pesawat start engine dan taxi dengan normal menuju runway. Saat hendak take off, pesawat yang dalam posisi speed ready for take off, tiba-tiba PIC melihat ada motor gerobak berada di tengah runway. Tidak ada orang di motor gerobak tersebut,” ungkap Safety Manager Dimonim Air, Tris NR kepada redaksi Kompas.com.

Walau melihat ada motor gerobak, lanjut Tris, PIC (pilot in command) atau kapten memutuskan untuk tetap landas. Saat badan pesawat naik, terdengar suara di bagian roda. PIC merasa ada kejanggalan di roda kanan pesawat.

“Pesawat tetap terbang. Saat 40 NM dari Nabire, PIC menghubungi tower dan melaporkan bahwa ada masalah dengan roda kanan. Untuk itu, meminta panduan untuk landing di Nabire,” katanya.

Tris menegaskan, pesawat PK HVM berhasil mendarat dengan selamat. Saat itu, pihak Bandara Nabire menyiapkan segala keperluan kerdaruratan. Pesawat sempat memblok runway selama 30 menit.

“Selanjutnya, setelah penggantian ban, pesawat dievakuasi menjauhi runway. Kondisi normal. Tidak ada dampak gangguan terhadap penerbangan lain,” kata Tris.

Tris menegaskan, secara prosedur, proses pendaratan penerbangan sudah sesuai standard operational procedure (SOP). Tidak ada tumpahan avtur. Menurut Tris, di beberapa media disebut ada tumpahan avtur. Padahal kondisi sesungguhnya runway basah karena kondisi hujan.

“Runway terblok selama 30 menit dan tidak ada gangguan terhadap penerbangan lain. Ini adalah keputusan terbaik yang diambil pilot Kapten Kasta,” ujarnya.


Pesawat perintis milik maskapai Dimonim Air PK-HVM yang dihadang warga dengan motor gerobak di bandara Fawai, Papua, Rabu (8/11/2017).(Dokumentasi Polda Papua)

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved