Hari Pahlawan 2017

Para Pejuang Ini Meneteskan Air Mata saat di Bioskop XXI, Lho Emang Ada Apa?

Sukarno dan rekan-rekan selanjutnya duduk di deretan depan. Mereka pun menyaksikan pemutaran film Merah Putih

Para Pejuang Ini Meneteskan Air Mata saat di Bioskop XXI, Lho Emang Ada Apa?
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Sejumlah veteran Kalimantan Selatan diundang untuk menghadiri film tersebut. Pun para veteran itu juga tampak menikmati film bertema perjuangan Indonesia itu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mengenakan peci kuning dan kemeja batik, sejumlah pria tua memasuki bioskop XXI di Duta Mall Banjarmasin. Tak berapa lama, para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalimantan Selatan itu memasuki salah satu studio tujuh.

Sukarno dan rekan-rekan selanjutnya duduk di deretan depan. Mereka pun menyaksikan pemutaran film Merah Putih Memanggil, yang prakarsai Korem 101 Antasari memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Matanya sempat berlinang ketika diwawancara Banjarmasin Post di depan studio usai menyaksikan film tersebut, Jumat (10/11). Film mengenai militer itu mengingatkannya ke zaman ketika dia dan rekan-rekan masih muda. Saat itu mereka berjuang melawan penjajah.

Cuma yang membedakan, teknologi persenjataan yang digunakan pasukan khusus TNI dalam membela negara sudah maju. Senapan menggunakan peredam dan alat komunikasi yang digunakan canggih.

“Komunikasi zaman sekarang sudah canggih. Berbeda di zaman saya., Surat saja menunggu sebulan. Saat helikopter datang membawakan surat dari keluarga, betapa bahagianya,” tutur Sukarno.

Sebagai prajurit TNI yang membela Tanah Air di Timor Timor pada 1976, dia menyampaikan suka duka perjuangan. Sukanya ketika semua sasaran bisa direbut. Dukanya ketika menyaksikan teman gugur di medan perang. Apalagi saat Timor Timor lepas dari Indonesia menjadi Timor Leste.

Ada satu babak dalam film Merah Putih Memanggil, yang benar-benar menggugah Sukarno. Yakni ketika para pemeran anggota pasukan khusus TNI melepaskan semua atribut dan identitas yang menghubungkan mereka tentang Indonesia. Itu karena Sukarno pernah melakukannya.

Sebagai pejuang TNI, dia pun berpesan agar pemuda sekarang jangan melupakan sejarah. “Kuncinya ingat sejarah. Kami ini hanya satu sumpahnya, merdeka atau mati,” ucapnya dengan penuh semangat.

Dia juga berharap kepada pemerintah agar memperhatikan nasib para pejuang. “Banyak pejuang yang masih di bawah garis kemiskinan. Kalau kami alhamdulillah kami punya pensiun,” ungkapnya. Meski mereka berjuang tanpa pamrih namun pemerintah tetap harus memberikan perhatian.

Mau baca berita Banjarmasin Post dan Metro Banjar? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved