Kalah dengan Smartphone, Anak Perusahaan Kamera Digital Terkenal ini pun Gulung Tikar

Banyak hal bisa dilakukan dengan smartphone, seperti mengakses internet, menelpon, mengirim pesan hingga memoto dan merekam video.

Kalah dengan Smartphone, Anak Perusahaan Kamera Digital Terkenal ini pun Gulung Tikar
straitstimes
Karena tergerus oleh teknologi dan inovasi ponsel cerdas ini, dewan direksi perusahaan kamera DSLR Nikon, Nikon Imaging (China) Co., LTD (NIC) mengumumkan rencana menutup perusahaan tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekarang zaman digital dan ponsel cerdas atau smartphone.

Banyak hal bisa dilakukan dengan smartphone, seperti mengakses internet, menelpon, mengirim pesan hingga memoto dan merekam video.

Bendanya ringan dan mudah dibawa dibandingkan memoto dan merekam video memakai kamera digital atau bahkan DSLR walau resolusinya belum sebagus DSLR tetapi cukup bisa diandalkan untuk mengabadikan berbagai momen.

Penggunaan ponsel sekarang sudah sangat marak, bahkan anak kecil pun sudah pandai mengoperasikannya.

Belum lagi harganya lebih murah dibandingkan kamera digital dan DSLR serta membawanya pun tak repot.

Baca: Ternyata Seperti Ini Wujud Kamera Digital Pertama di Dunia

Karena tergerus oleh teknologi dan inovasi ponsel cerdas ini, dewan direksi perusahaan kamera DSLR Nikon, Nikon Imaging (China) Co., LTD (NIC) mengumumkan rencana menutup perusahaan tersebut.

Dilansir dari portal online dpreview.com, itu adalah anak perusahaan Nikon yang berpusat di Kota Wuxi, Jiangsu, China dengan jumlah pekerja sekitar 2.500 orang.

Perusahaan itu memproduksi kamera digital compact dan lensa DSLR.

Penutupan tersebut, kata mereka adalah karena kebangkitan smartphone dan pasar kamera compact yang cepat menyusut.

Dalam beberapa tahun terakhir karena munculnya smartphone, pasar kamera digital compact telah menyusut dengan cepat, menyebabkan penurunan tingkat operasi yang signifikan di NIC dan menciptakan lingkungan bisnis yang sulit.

Dalam konteks ini, perusahaan melakukan serangkaian tinjauan menyeluruh dan pembahasan mengenai langkah-langkah optimalisasi struktur manufaktur global yang tercantum dalam rencana restrukturisasi seluruh perusahaan yang diumumkan oleh perusahaan pada November 2016.

Baca: Uji Coba Gila Ini Dilakukan Pada Smartphone Kelas Premium, Yang Sayang Duit Jangan Mencoba

Dalam artikel yang diterbitkan pada 30 Oktober 2017 itu, disebutkan perusahaan tersebut kemudian telah memutuskan untuk menghentikan operasi NIC.

Nikon mengatakan biaya yang berkaitan dengan penutupan pabrik dan operasi yang dihentikan dari anak perusahaan yang dikonsolidasikan diperkirakan mencapai sekitar tujuh miliar Yen (~ $ 62 juta USD).

Tentu saja, penutupan Nikon Imaging (China) ini tidak berarti merupakan akhir dari kamera Nikon di China.

Menurut Nikkei, Nikon menguasai 30 persen pasar kamera digital di sana dan Nikon sendiri mengatakan akan terus mengembangkan bisnis dan layanan secara proaktif di China.

Langkah ini sesuai dengan kenyataan dan pastinya mengejutkan seperti di berita lama bahwa smartphone telah membunuh kamera compact.

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved