Berita Kotabaru

Tambang Emas Gunakan Merkuri, Polsek Kelumpang Barat Sosialisasikan Bahayanya Zat Tersebut

Banyaknya warga yang menggunakan merkuri atau zat berbahaya untuk kegiatan penambangan emas tradisional menjadi perhatian Kepolisian

Tambang Emas Gunakan Merkuri, Polsek Kelumpang Barat Sosialisasikan Bahayanya Zat Tersebut
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Seorang anggota Polsek Kelumpang Barat melakukan sosialisasi bahaya merkuri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Banyaknya warga yang menggunakan merkuri atau zat berbahaya untuk kegiatan penambangan emas tradisional menjadi perhatian Kepolisian Sektor (Polsek) Kelumpang Barat, Kotabaru.

Penggunaan zat merkuri dinilai tidak hanya berbahaya bagi pelaku penambangan emas, namum juga menjadi ancaman kesehatan bagi warga di sekitarnya yang bisa berdampak pada keresahan akibat penggunaan zat tersebut.

Upaya menjaga agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Kelumpang Barat, Sabtu (11/11/2017) memberikan bimbingan dan penyuluhan di Desa Magalau Hulu, Kecamatan Kelumpang Barat mengenai hal itu.

Baca: Ingat Merkuri Ingat Minamata Disease

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalui Kapolsek Kelumpang Barat Iptu Suruto mengatakan, sosialisasi dilaksanakan di Desa Magalau Hulu sekaligus untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang keadaan dan situasi di lingkungan desa.

Terlebih menjadi perhatian, sosialisasi terkait penggunaan zat berbahaya seperti merkuri paling di kedepankan. Karena penggunaan merkuri atau lebih dikenal air raksa ini, tidak hanya dilarang.

Zat merkuri sering digunakan masyarakat sebagai bahan untuk menambang emas tradisional sangat membahayakan pengguna dan warga sekitar kegiatan penambangan emas.

"Zat merkuri berbahaya bagi kesehatan kulit, saluran pernapasan dan sistem syaraf," katanya.

Baca: Tak Mau Putus, Wanita Posesif Ini Suntikkan Merkuri ke Tubuh Pacarnya, Lihat Apa yang Terjadi

Selain itu, zat merkuri yang terbawa air dari kegiatan penambangan menyebabkan gangguan lingkungan seperti pencemaran dan dapat merusak organ ginjal serta paru-paru.

"Zat merkuri juga dapat bisa menyebabkan keracunan," jelas saat menyampaikan sosialisasi.

Diharapkan sosialisasi disampaikan dapat memberikan dampak positif bag li masyarakat sekitar sehingga tercipta lingkungan yang sehat yang bebas dari pengunaan zat merkuri yang berbahaya.

"Pengunaan zat merkuri juga tidak dibenarkan Undang-Undang sebagaimana diatur dalam UU No 04 thn 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan UU No 11 th 2017 tentang pengesahan Minamata Convention Mercury (Konvensi Minamata mengenai Merkuri)," tandasnya.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved