Berita Kotabaru

Rasulin Berenang Sejauh 1 Mil Mencari Pertolongan

Rasulin (48) korban selamat dalam peristiwa karamnya kapal purseine KM Makmur Rejeki, asal Kecamatan Juana, Kabupaten Pati

Rasulin Berenang Sejauh 1 Mil Mencari Pertolongan
istimewa
Korban kapal karam saat proses pemindahan evakuasi dari KM Rudi Putra 02 ke kapal angkatan laut (KAL) Kalambau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Rasulin (48) korban selamat dalam peristiwa karamnya kapal purseine KM Makmur Rejeki, asal Kecamatan Juana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang terjadi Senin (13/11/2017) dinihari di perairan Masalima, perbatasan Sulbar-Kotabaru tampak tenang.

Saat ditemui di kantor Pos SAR Kotabaru, Rasulin salah satu dari 18 anak buah kapal yang selamat dalam peristiwa naas itu mengaku, sedikit pun tidak mengalami syok.

"Gak ada rasa trauma, juga tidak ada rasa syok, biasa aja. Ya memang karena pekerjaan saya sebagai nelayan," ucap Rasulin, Selasa (14/11/2017).

Baca: Waduh! Enam ABK Kapal Purseine Masih Hilang, Berikuit Nama-nama Korban

Meski perasaan itu tidak menggelayuti Rasulin, sebagai nakhoda, ia sedikit mengalami panik ketika kapal terbalik sebelum karam. Pasalnya, selain upaya menyelamatkan diri, saat itu Rasulin juga memikirkan keselamatan para ABK.

Hanya dengan berbekal alat pelampung dari galon air mineral, Rasulin bersama seorang ABK sanggup berenang sejauh 1 mil laut atau sekitar 1,8 kilometer. Sedangkan ABK lainnya menunggu di atas kapal yang terbalik.

"Sekitar lebih kurang dua jam saya berenang," tutur Rasulin.

Nekad berenang sejauh 1 mil, Rasulin lakukan mendatangi kapal pembeli ikan yang sedang melalukan aktivitas di posisi 1 mil dari lokasi kejadian untuk mendapatkan pertolongan.

"Setelah sampai di kapal teman saya yang dari Pati juga, kemudian ada sekitar 10 kapal yang menolong kami," katanya.

Saat memberikan pertolongan kepada ABK ditemukan 16 ABK yang kemudian dinaikan ke KM Rudi Putra 02. Sedangkan satu orang rekannya meninggal dan enam orang lainnya belum ditemukan saat evakuasi awal.

Baca: Kapal Purseine Karam di Perairan Masalima, Satu ABK Tewas

Rasulin menceritakan, peristiwa naas mereka alami berlangsung sangat cepat. Terjadi ketika seluruh awak kapal sedang menarik jaring dan berkumpul di lambung sebelah kanan.

Sementara saat menarik jarik posisi kapal miring ke kanan. Namun secara tiba-tiba kapal langsung terbalik ke sebelah kiri.

"Saya juga bingung kapal terbalik ke sebelah kiri. Kondisi laut juga tenang sama sekali tidak ada gelombang. Tapi bisa terbalik itu yang saya juga bingung. Saat ditarik jaring juga tidak menyangkut," katanya.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved