Berita Kotabaru

Nakhoda Ini Sempat Syok, 1 ABK Tewas dan 6 Lainnya Masih Misterius

Meski mengaku tidak syok, nakhoda ini bingung atas nasib enam anak buah kapal (ABK) yang belum diketahui keberadaannya.

Nakhoda Ini Sempat Syok, 1 ABK Tewas dan 6 Lainnya Masih Misterius
Proses Evakuasi Penumpang KM Sumber Rezeki 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Rasulin (48) salah satu 18 korban selamat dalam peristiwa terbaliknya kapal purseseine KM Makmur Rejeki, asal Kecamatan Juana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin (13/11) sekitar pukul 11.00 Wita, di perairan Masalima, perbatasan Sulbar-Kotabaru, terlihat masih disaput kebingungan.

Meski mengaku tidak syok, nakhoda ini bingung atas nasib enam anak buah kapal (ABK) yang belum diketahui keberadaannya. Sementara satu ABK-nya dilaporkan meninggal dalam musibah itu.

Ditemui di kantor Pos SAR Kotabaru, Selasa (14/11), Rasulin mengatakan musibah ini adalah risiko mereka sebagai nelayan. “Tidak ada rasa trauma, biasa saja. Karena pekerjaan saya sebagai nelayan,” tuturnya.

Meski begitu, sebagai nakhoda, dia tak bisa menyembunyikan rasa panik ketika kapalnya terbalik. Pasalnya, selain berupaya menyelamatkan diri, Rasulin memikirkan keselamatan para ABK.

Bangkai kapal KM Makmur Rejeki yang karam di perairan Masalima.
Bangkai kapal KM Makmur Rejeki yang karam di perairan Masalima. (Istimewa)

Hanya berbekal pelampung dari galon air mineral, Rasulin bersama seorang ABK berenang sejauh 1 mil laut atau sekitar 1,8 kilometer. Sedangkan ABK lainnya menunggu di atas kapal yang terbalik. “Sekitar lebih kurang dua jam saya berenang,” ujarnya.

Rasulin mendatangi kapal pembeli ikan yang sedang melakukan aktivitas untuk mendapatkan pertolongan. “Di kapal itu teman saya juga dari Pati. Kemudian ada sekitar 10 kapal menolong kami,” katanya.

Tim penolong pun mengevakuasi 16 ABK KM Makmur Rejeki, dan menaikkannya ke KM Rudi Putra 02. Satu orang meninggal, dan enam lainnya belum ditemukan saat evakuasi awal.

Rasulin menuturkan, peristiwa nahas yang mereka alami berlangsung sangat cepat. Terjadi ketika seluruh awak kapal sedang menarik jaring dan berkumpul di lambung sebelah kanan.

Ketika menarik jaring posisi kapal miring ke kanan, dan secara tiba-tiba kapal terbalik ke sebelah kiri.

“Saya juga bingung kapal terbalik ke sebelah kiri. Kondisi laut juga tenang. Sama sekali tidak ada gelombang. Tapi bisa terbalik, itu yang membuat saya bingung. Saat ditarik jaring juga tidak menyangkut,” ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved