Dugaan Korupsi KTP El

NEWS ANALYSIS Prof Mahfud MD: Negara Kita Diakali Setya Novanto

Ejeken itu menyakitkan bagi kita, tetapi alhamdulilah tadi malam sudah ada langkah konkret bahwa negara ini tidak lemah.

NEWS ANALYSIS Prof Mahfud MD: Negara Kita Diakali Setya Novanto
Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (17/11/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebulan terakhir ini negara kita diejek oleh bangsa lain dan diejek oleh rakyat sendiri karena sekan-akan tidak mampu dan seakan-akan diakali oleh seorang bernama Setya Novanto sehingga banyak meme.

Ejeken itu menyakitkan bagi kita, tetapi alhamdulilah tadi malam sudah ada langkah konkret bahwa negara ini tidak lemah. KPK tadi malam sudah melakukan supaya jemput paksa meskipun gagal atau belum berhasil, karena yang menggembirakan dari upaya jemput paksa, pertama karena negara ini kuat, dan tegas.

Presiden juga memberi dukungan dan yang lebih dari itu ternyata polri memback-up KPK, selama ini kan ada keraguan. KPK seakan jalan sendiri, Polri membackup Setya Novanto.

Tapi, tadi malam upaya jemput paksa oleh KPK itu dilakukan oleh KPK bersama Polri, ini satu kabar gembira bagi kita semua, Polri tetap profesional.

Baca: Drama Kecelakaan Mobil, Pengacara Sebut Pelipis Setya Novanto Benjol Segede Bakpao

Memang agak menggelisahkan juga ketika kemudian Setya Novanto hilang jejaknya. Tetapi begini, saya kira untuk menangkap Setya Novanto aparat polisi tidak susah.

Karena reputasi polisi kita itu luar biasa. Saya sangat percaya polisi kita mampu mengungkap hal pelik seperti itu bahkan jauh lebih pelik dari soal Novanto.

Baca: Dokter Tempel Pengumuman Ini di Pintu Ruang Rawat Setya Novanto, KPK Pun Harus Izin

Dulu Nazaruddin juga bisa ditangkap, polisi kita itu bisa menangkap orang lari dari penjara, dalam waktu kurang dari 24 jam, meskipun dia menyamar menjadi perempuan, dan sebaginya, terus hilang lenyap, tidak sampai 24 jam ditangkap. Polri jiga berhasil mengungkap mutilasi

Dan, saya kira, DPR segera bersidang menentukan pimpinan baru menentukan sikap Setya Novanto ini.

Diapakan kedudukannya karena ini jabatan penting di negara ini, Ketua DPR. Sehingga secepatnya harus melalui proses majelis kehormatan secepatnya majelis kehormatan mengambil sikap karena, Setya Novanto sudah menghilang, dan itu jelas melanggar hukum.

Baca: Politisi Golkar Sebut Kecelakaan Mobil Senya Novanto Tidak Masuk Akal karena Ada Ini

Khusus untuk kasus dugaan korupsinya, saya kira sudah tidak berkilah alasan-alasan penasihat hukum (Setya Novanto). Melarikan diri bisa jadi tindak pidana sendiri, menghalangi penyidikan tapi bisa menjadi faktor memberatkan di penuntutan. (tribun/rin)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (17/11/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved